Pessel, Prokabar — Para pengunjung dan pedagang di kawasan Pantai Batu Kalang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mengeluhkan banyaknya sapi berkeliaran di lokasi wisata itu.
Sementara, Batu Kalangan merupakan salah satu objek wisata favorite bagi warga di negeri Berjuluk Sejuta Pesona ini.
Bahkan, dia masuk dalam Rencana Induk Pengembangan Wisata Daerah (Ripparda) atau masuk dalam kawasan wisata ekslusif.
“Kami sangat terganggu dengan adanya sapi berkeliaran mencari makan disini, bukan hanya merusak pemandangan pantai yang indah ini, sapi-sapi ini juga membuang kotoran dan itu sangat mengganggu kami, kata salah seorang pengunjung asal Jambi, Hamdi (36) kepada Prokabar.com.
Hal yang sama, salah seorang pedang, Erni (38) mengatakan, ternak itu juga dapat menyebabkan kerusakan seperti Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) yang ada di sekitar pantai.
Parahnya, tidak ada satupun terlihat pihak Pemerintah setempat untuk menertibkan persoalan sapi yang berkeliaran di objek wisata tersebut, ungkapnya.
“Harapan kami Pemerintah harus turun tangan dalam artian lebih perhatianlah dengan ternak seperti memberi surat teguran kepada pemilik ternak atau bahkan membuat papan larangan, agar sapi-sapi itu tidak dibiarkan berkeliaran di tempat umum lagi oleh pemiliknya, bukan sekarang kapan lagi,” ujarnya
Berdasarkan informasi dari pedang setempat, objek wisata Pantau Batu Kalang, seringkali menjadi tempat sapi mencari makanan, bahkan membuang kotoran, sehingga menimbulkan keresahan bagi pengunjung dan pedang.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pessel, Hadi Susilo menanggapi, pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam hal ini seperti Satpol-PP.
“Kebetulan nanti siang kami juga mengadakan rapat dengan Satpol-PP membahas tentang ini. Hal-hal tersebut akan menjadi pembahasan kami bersama, mudah-mudahan segera ada solusinya,” ujarnya singkat. (min)
















