Agam, Prokabar – Sebanyak 17 orang santriwan-santriwati Pondok Pesantren Buya Hamka di Nagari Maninjau, melakukan studi ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Agam akhir pekan ini. Selain memperdalam sejarah dan pengetahuan tentang sosok Buya Hamka, sekaligus mempererat silahturahmi dan kerjasama dengan Pengelola Museum bersama Komunitas Pemuda Generasi Hamka selaku penggiat.
“Kami sangat berharap anak didik kami di Pondok Pesantren Hamka semakin mengenal lebih dekat tentang sosok dan sejarah Buya Hamka. Membaca dari buku beliau saja itu tidak cukup,” ungkap Mayulis, Guru Pendamping bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ponpes Hamka.
Sudah sejak lama kami ingin membuat program ini, lanjutnya. Tidak hanya ke Museum, namun juga ke tempat bersejarah lainnya. “Khusus di Museum Buya Hamka ini, diusahakan untuk terus berlanjut. Dan berharap dukungan pemandu dan KPGH bisa lebih intens lagi,” imbuhnya.
Kehadiran rombongan itu disambut baik Ustadz Dasri, Pemandu Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka sekaligus Mubaliqh di Sungai Batang. “Kehadiran anak-anak kami disampingi langsung dua orang guru, membuat kami senang. Apalagi akan terus berlanjut dan menjadikan sebuah program dari Ponpes Buya Hamka,” terang Ustadz Dasri.
Selain mengupas sejarah singkat Buya Hamka beserta hikmah pelajarannya, juga membahas tentang pemahaman Agama Islam secara benar. “Banyak sekali paham-paham Agama yang membawa nama Islam saat ini. Namun sudah banyak pula yang melenceng dan menyesatkan. Dalam hal ini, kita perlu sangat hati-hati. Pemahaman agama Islam harus benar-benar tepat mendapatkan guru. Jangan sampai mendapatkan orang mengaku-ngaku guru agama Islam bahkan ulama sekaligus namun sangat dangkal keilmuannya,” jelasnya.
Banyak membaca dan menulis dari setiap pelajaran yang telah didapatkan. Sehingga dapat meniru dan mencontoh proses otodidak Buya Hamka. Disamping itu, harus didampingi guru yang benar-benar tepat dan tidak menyesatkan.
“Pondok Pesantren Buya Hamka, sudah menunjukan kemajuan yang sangat baik. Telah memiliki guru yang profesional dibidangnya. Semoga dapat terus maju dan generasi penerusnya, semakin lebih baik,” tutup Ustadz Dasri. (rud)
















