Wisata

Sanjai, dari Desa Jadi Branding

Bukittinggi, Prokabar – Sanjai, kripik khas Bukittinggi, dikenal luas oleh wisatawan. Ubi yang diiris tipis, kemudian digoreng, lalu dilumuri sedikit cabai. Gurih dan garing.

Sanjai itu nama kripik tersebut. Diambil dari nama desa ahli kripik, bernama Nagari Sanjai, di pinggiran Bukittinggi. Ini sejalan pula dengan nasi kapau, diambil dari nama Nagari Kapau. Ke Bukittinggi, pantang tak mencoba dua kuliner ini.

Sanjai– Pekerja memperlihatkan proses pembuatan kripik Sanjai di sebuah toko oleh-oleh di Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu (5/5). (ant)

Bukittinggi kota wisata yang sudah memikul gelar itu hampir 40 tahun, ramai dikunjungi wisatawan lokal, Sumatera dan Indonesia. Bahkan mancanegara, terutama Malaysia.

Kini penjualan sanjai meluas ke Payakumbuh dan Padang. Bahkan pelancong cukup membeli di Padang, bahkan di bandara.

Sanjai, sebuah desa di pinggiran Bukittinggi. Desa lainnya seperti Lawang, yang panoramanya aduhai itu. Dari Lawang dikenal tebu dan gulanya.

Maka jika ke Bukittinggi, wisatawan banyak ke Puncak Lawang, guna menatap Danau maninjau dari ketinggian. Tahun demi tahun, branding kuliner dan obyek wisata Bukittinggi terus menguat. Sanjai tentu tak terbantahkan lagi. (laf)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top