Sangkakala Akan Kembali Selenggarakan Sekolah Keadilan Agraria dan Lingkungan, Ini Jadwalnya

Penulis -

Minggu, 19 Januari 2020 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Pusat Pengkajian Keadilan Agraria dan Lingkungan (Sangkakala) akan kembali menghadirkan Sekolah Keadilan Agraria dan Lingkungan (SKALA II). Untuk kegiatan kali ini Sangkakala bekerja sama dengan Agrarian Resources Center (ARC) Bandung.

Direktur SANGKAKALA, Virtuous Setyaka mengatakan kegiatan akan diselenggarakan Kamis dan Jumat (30-31/1) mendatang mulai pukul 08.30 hingga 16.30 WIB di Kampus FISIP Univ. Andalas, Padang. Gedung C Lt. 1, Ruang Sidang Jurusan Administrasi Publik.

“Sekolah ini tidak dipungut biaya, selain itu disediakan juga makanan kecil, dan air panas. Silakan membawa peralatan minum mandiri.” ungkapnya melalui keterangan tertulis, Minggu (19/1).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Lebih lanjut dirinya menjelaskan dalam SKALA II kali ini, topik-topik yang akan dipelajari diantaranya Transformasi Agraria Global dan Agrarian Questions of Labor. Lalu juga tentang Masa Depan Gerakan Sosial di Indonesia. Prinsip, Filosofi, dan Logika Penelitian Agraria.

“Di SKALA II juga kita akan membahas Metodologi Studi Agraria Pendekatan Ekonomi-Politik, Ekologi-Politik, dan Sosiologi-Politik serta Perkembangan Isu-Isu Agraria dan Lingkungan di Indonesia.” sambungnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sementara itu yang akan menjadi Narasumber dalam SKALA II diantaranya Dianto Bachriadi dan Hilma Safitri, yang merupakan Pendiri dan Peneliti Senior ARC Bandung, lalu Frans Ari Prasetyo, MPWK yang merupakan Research Fellow di ARC Bandung.

“Untuk informasi lebih lanjut terkait SKALA II dapat menghubungi Didi di nomor +62 813-6052-4701 atau Ozi di nomor +62 812-6158-1333.” jelasnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sebelumnya, pada akhir tahun lalu Sangkakala juga telah menyelenggarakan Sekolah Keadilan Agraria dan Lingkungan, dalam kesepakatan tersebut diikuti oleh sekitar 20 orang peserta yang berasal dari beragam profesi.

Mereka diantaranya ada yang dosen dan mahasiswa S1, S2, dan S3, dari beragam kampus. Selain itu juga para aktivis dari beragam organisasi masyarakat sipil dan gerakan sosial, bahkan jurnalis dari berbagai media massa.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB