Trending | News | Daerah | Covid-19

Musik

Sandy Pas Band di @Se2ruan, Dibalik Nama Hingga Lika Liku Band ‘Dipuji dan Dihujat’ Penggemar

Dibaca : 149

Jakarta, Prokabar – Bagi penggemar lagu 90’an pasti tak asing dengan grup band asal Bandung, Pas Band. Kelompok musik yang mencampurkan warna musik rock, hip hop dan punk ini resmi berdiri tahun 1990.

Sebelum drummer Sandy Andarusman bergabung tahun 2001, Pas Band punya formasi awal yaitu dua kakak adik Bengbeng (gitar) dan Trisno (bass) serta Yukie (vokal) dan Richard Mutter (drum).

Siapa sangka dibalik nama besar Pas Band, segudang cerita terjadi dan kisahnya dikupas sang drummer di acara live instagram @Se2ruan bareng Ifan Ohsi.

“Ngeluarin empat album band aliran keras, baju serba hitam. ‘Ujug-ujug’ (tiba-tiba) lagu ‘Kesepian Kita’. Akhirnya dihujat dan dipuji penggemar karena dianggap lagunya ‘menye-menye’,” seru Sandy memulai kisahnya.

Meski sempat dihujat lantaran ‘Kesepian Kita’ keluar dari genre aliran keras, namun penjualan album ‘Ketika’ di tahun 2001 mencapai lebih 200 ribu copy.

“Biasanya penjualan album sebelumnya hanya 25 – 35 ribu. Ternyata setelah keluar dari fase zona nyaman malah penjualan meningkat. Inilah yang disebut dihujat dan dipuji penggemar,” urainya.

Dibalik lagu garapan Bengbeng dan Trisno ini ada cerita sedih disaat mereka ditinggal salah satu personilnya, Richard (drummer).

“Richard keluar dari Pas Band tahun 1999, gimana sih ditinggal keluarga pasti sedih. Prosesnya sangat panjang hingga diputuskan berkolaborasi dengan Tere. Ternyata memang ‘luck’ nya saat Tere terlibat dalam lagu ‘Kesepian Kita’,” tambah Sandy lagi.

Sebelum diputuskan Tere mengisi lagu ‘Kesepian Kita’ ada sejumlah nama yang tadinya ikut dalam kolaborasi. Mereka adalah Sophia Latjuba, Wanda Hamidah dan Vonny Cornelia (Bening).

“Ternyata Vonny masih terikat kontrak dan diputuskan lah Tere yang saat itu masih dalam satu label,” akunya.

Tak hanya jadi lagu hits di Tanah Air, Pas Band diundang sebagai headliner di pertunjukan musik terbesar se-Asia yaitu ‘Busan Rock Festival’. Mereka tampil bersama musisi-musisi dari 26 negara di hadapan lebih dari 80 ribu penonton mancanegara.

“Kami tidak dikirim dari Indonesia, tapi diundang show pertama di Korea. Pengalaman pertama yang bikin merinding, kami nyanyi reff ‘Kembali’ berulangkali dan diikuti penonton. Keren,” kenang Sandy penuh semangat.

*Arti Nama*

Lebih dikenal lewat nama panggung, Sandy sebenarnya bernama lengkap Agus Teguh Prakosa Andarusman. Pria kelahiran 7 Juli 1979 ini menjelaskan bila nama Sandy itu adalah nama panggilan dari ayahnya.

“Seharusnya kalau nanya kenapa nama saya jadi Sandy itu ke bapak saya. Karena beliau yang manggil saya dengan sebutan Sandy dari kecil,” jawabnya.

“Jadi saya punya empat saudara dan semuanya nama depannya Agus. Kakak pertama saya Agus Yuda dipanggilnya Yuda. Giliran nama saya jadi Sandy itu karena bapak saya kagum dengan pasukan rahasia Kopassus. Namanya Sandi Yudha, jadilah nama itu diberikan kepada saya,” bebernya.

Namun tidak dipungkiri nama tersebut sangat berarti. Sandy mencerminkannya dalam versi sebagai musisi.

“Saya sangat terpengaruh patuh, kertas putih jiplakan dari ayah. Berasal dari keluargaluarga yang berada tapi dari nol. Mulai dari rumah dengan lantai tanah dan meningkat. Apapun sebenarnya bisa, tapi saya tidak dimanjakan. Dididik dengan agama, menghargai keringat dan takut akan Tuhan,” tambahnya lagi.

Pelajaran inilah yang membuat Sandy menurunkan kepada murid-muridnya. Selain mengajarkan tentang teknik drum, Sandy menerapkan attitude yang baik dari seorang musisi.

“Dii sini belajar jadi musisi yang bisa selalu eksis, dihargai orang dengan cara mengajarkan atttude. Ilmu bisa dilatih, tapi attitude prosesnya panjang. Mulai berangkat dari rumah, menghargai orang lain dan mendapatkan penghargaan. Meraih kesuksesan itu pasti susah,” beber Sandy.

Seperti yang dirasakan Sandy dengan perjuangannya, kini ia dikenal sebagai drummer juga penyiar radio. Profesi yang tidak pernah terfikir sebelumnya.

“Saya aslinya nggak bisa ngomong di depan umum. Tapi mendapat tawaran isi acara radio di iRadio. Ternyata setelah menerima tantangan dan mencobanya. Sekarang sudah 14 tahun saya jadi penyiar,” bangganya.

Kesempatan inilah yang membuat Sandy ingin berbagi agar kita semua selalu menggunakan kesempatan sebaiknya baiknya.

“Orang hebat banyak, tapi orang yang memanfaatkan kesempatan itu sedikit. Memang nggak mudah bahkan dengan darah bercucuran tapi nanti akan merasakan manfaatnya,” pungkas Sandy. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top