Sandiaga Uno: Sektor Ekonomi Kreatif Harus Beradaptasi Dengan Teknologi

Penulis -

Kamis, 22 April 2021 - 00:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Pandai Sikek

Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Pandai Sikek

Tanah Datar, Prokabar – Dalam lawatanya ke Sumatera Barat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno mengunjungi Sentra Songket Pandai Sikek di Kecamatan X Koto, Rabu (21/4).

Dalam kunjungan itu, Sandi Uno menyempatkan untuk bincang-bincang dan mendengar keluhan dan harapan pelaku usaha songket.

Selain itu Sandi Uno juga melihat langsung proses pembuatan kain songket sekaligus mencoba memakai peralatan tenun yang tergolong tradisional itu.

Sandiaga Uno mengatakan songket sebagai sub sektor ekonomi kreatif perlu untuk dikembangkan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Kita ingin kembangkan ekonomi kreatif Pandai Sikek bagian dari pola perjalanan agar Tanah Datar bisa menjadi tujuan utama bukan menjadi tujuan alternatif saja,” katanya.

Dia mengatakan, ini yang harus kita bangun melalui adaptasi teknologi, pergerakan iven termasuk juga pengembangan desa wisata dengan harapan pendapatan masyarakat meningkat dan lapangan pekerjaan juga terbuka.

Terkait penurunan omzet penjualan, Menteri Sandi Uno minta pengrajin maupun pedagang untuk bersabar.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Pesan saya kepada pengrajin tetap sabar, memang pandemi ini ujian buat seluruh dunia,” ungkapnya.

Menteri Sandi juga berharap permasalahan bahan baku, ongkos kirim yang mahal serta kondisi pandemi perlu cari solusinya.

“Di balik kondisi pandemi ini, bagaimana sektor-sektor ekonomi kreatif bisa beradaptasi dengan teknologi, mendapat sentuhan dan dukungan pemerintah, dunia usaha dan pentahelix, peningkatan kualitas produk, peningkatan dari segi efisiensi biayanya serta perlu subsidi ongkos kirim,” ucap Sandi.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sementara, Wakil Bupati Richi Aprian di kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menteri Parekraf ke sentra tenun Pandai Sikek.

“Terima kasih atas kunjungan ini, kami berharap dengan kehadiran Bapak menteri di sini dapat mensuport kami yang ada di Tanah Datar untuk mengembangkan Tanah Datar menjadi salah satu tujuan utama pariwisata, belum ke Sumatera Barat kalau belum ke Tanah Datar,” ucap Wabup. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB