Oleh: Irsyad Syafar
Menyambut Ramadhan lebih awal itu maksudnya adalah segera mengkondisikan diri agar siap untuk maksimal beribadah/beramal shaleh selama Ramadhan. Sebab bagi orang beriman, bulan Ramadhan adalah momen berpacu meraih ridho Allah. Yaitu dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah.
Kita sudah di bulan Sya’ban. Dua pekan lagi kita sudah masuk bulan Ramadhan yang mulia. Maka bulan Sya’ban adalah bulan persiapan untuk menghadapi bulan Ramadhan. Sangat terlambat kalau kita tidak segera menyambutnya.
Ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa kita telah menyambut Ramadhan lebih awal:
1. Para ulama menyebutkan bahwa Sya’ban adalah bulannya para Qurra’ alias penghafal/pembaca Al Quran. Sekarang saatnya menambah tilawah Al Quran. Dan sekarang waktunya mengulang dan melancarkan hafalan Al Quran. Saat Ramadhan datang, bacaan Al Quran sudah meningkat dan hafalan sudah ready untuk dibawa dalam shalat tarawih (qiyam Ramadhan).
2. Ramadhan itu bulan qiyamullail (shalat malam). Tiap malam kita akan qiyam. Baik yang dikerjakan setelah shalat Isya, maupun ketika sepertiga malam terakhir. Agar nanti tidak terasa letih dan berat, maka dari sekarang sudah harus kita latih. Bahkan perlu dibiasakan untuk qiyam yang lebih berkualitas. Agar nanti di Ramadhan tidak nyari-nyari tarawih yang tercepat, atau yang Al Fatihahnya satu atau dua nafas saja.
3. Ramadhan adalah syahru ash shiyam (bulan puasa). Inilah identitas utamanya. Satu bulan penuh kita lakukan. Tidak ada keringanan kecuali bagi pemilik udzur syar’i. Di Sya’bqn inilah kita perbanyak puasa sunat. Agar nanti puasa itu tidak terasa berat di hari-hari pertama.
4. Ramadhan adalah bulan kedermawanan (Syahrul Juud). Rasulullah Saw orang yang sangat dermawan. Bila Ramadhan datang, Beliau lebih dermawan lagi. Maka perbanyaklah bersedekah dan berbagi di bulan Sya’ban ini, agar di Ramadhan nanti sudah terbiasa.
5. Tanda kita segera menyambut Ramadhan adalah dengan melunasi hutang puasa kita di Ramadhan yang. Jangan biarkan berlarut-larut dan tidak terbayar. Bagi siapa yang tidak melunasinya karena lalai, maka dia berdosa dan hutang tetap wajib dibayarkan. Jika ada udzur seperti sakit dan sebagainya, maka tetap wajib dibayar walaupun ramadhan sudah berlalu beberapa kali.
6. Menyegerakan menyambut Ramadhan artinya berharap penuh rindu untuk dapat bertemu kembali dengannya. Caranya adalah dengan memperbanyak doa dan permintaan kepada Allah, agar dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan.
Begitulah generasi salaf mengajarkan, bagaimana Ramadhan itu disambut lebih cepat.
اللّهُمّ بَارِكْ لَناَ فِي شَعْبَان وَبلِّغْنَا رَمَضَان…
















