Pasaman, Prokabar — Ruang pertemuan Hotel Flom Mitra Lubuk Sikaping riuh. Ruangan yang dipakai untuk acara sosialisasi program pengembangan pengawasan partisipatif dihoyak kesenian saluang dangdut.
“Saluang dangdut, tolong sampaikan tulak politik uang dan kampanye hitam,” pinta ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita di tengah-tengah sosialisasi yang berlangsung, Jumat (1/11).
Gendang pun langsung ditabuh penggiat kesenian yang diundang, saluang dimainkan, berdangdut ria berlangsung.
Tidak saja dangdut saluang, kegiatan sosialisasi kemarin juga menampilkan kesenian silek sonsong dan dikipano alias kesenian rabana khas Pasaman.
Diakui Rini, sengaja para penggiat kesenian bersama kelompok bundo kanduang diundang dalam sosialisasi pengembangan pengawasan. Mengingat Pilkada 2020 sudah di depan mata.
“Pengawasan Pemilu memang Tupoksinya Bawaslu, namun ini adalah tanggungjawab kita semua, bukan Bawaslu semata. Sengaja kita undang para penggiat kesenian dan kelompok bundo kanduang, supaya melalui kegiatan-kegiatan yang mereka jalani, mereka bisa mensosialisasikan pentingnya pengawasan,” tukas Rini. (Ola)
















