Sadar Aturan, PKL di Mongonsidi Bongkar Lapaknya Sendiri

Penulis -

Jumat, 11 September 2020 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Sejumlah PKL yang biasanya menggunakan fasum di ruas jalan Mongonsidi, Belakang Tansi, Padang membongkar lapak miliknya, Jumat (11/9).

Pembongkaran dilakukan atas inisiatif dan kesadaran sendiri, setelah dilakukan beberapa kali pendekatan persuasif. Proses pembongkaran juga dibantu oleh pihak Kelurahan Belakang Tangsi (Beta) dan Kecamatan Padang Barat.

Lurah Beta, Diko Riva Utama mengatakan bahwa ini sebagai langkah menertibkan dan membebaskan trotoar dari bangunan maupun lapak, agar trotoar kembali kepada fungsinya, serta menjadikan Kota Padang semakin rapi dan bersih.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dirinya juga memuji pedagang yang sudah bersedia secara sukarela membongkar sendiri lapak miliknya.

“Ini merupakan contoh yang baik, karena demi mendukung kelancaran to gram pemerintah memang juga dibutuhkan kesadaran dari pedagang,” ungkapnya pada Prokabar.

Lebih lanjut, ia menambahkan, untuk membangun kesadaran tersebut, sejumlah upaya persuasif dan edukasi dilakukan cukup intens, baik melalui imbauan maupun teguran.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Selain itu upaya ini juga didukung oleh tokoh masyarakat, ini terlihat masyarakat juga ikut terlibat membantu proses pembongkaran hingga menyediakan kendaraan guna memindahkan barang-barang milik PKL.

Selanjutnya menurut Diko, pihaknya akan berupaya membina pedagang tersebut melalui TP UMKM agar bisa memilik keahlian demi menopang perekonomian keluarga.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Salah seorang PKL, Syaf mengatakan timbulnya kesadaran tersebut karena pendekatan secara kekeluargaan yang dilakukan pihak kelurahan.

“Selama ini saya sudah sering mendapat surat teguran, tapi tak pernah saya gubris. Namun sejak sering diajak berdiskusi langsung oleh pak lurah, akhirnya saya bersama istri sepakat untuk membongkar sendiri lapak ini,” ujar Syaf. (hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB