Daerah

Rusuh di Papua, Begini Kondisi Perantau Pesisir Selatan

Pesisir Selatan, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat (Sumbar) terus memantau keberadaan perantau asal daerah itu yang ada di Papua.

Camat Bayang Utara, Ronald Bernando menyampaikan, hingga kini seluruh warga Pessel di Pulau Cendrawasih itu masih aman. Belum ada satu pun yang terdampak dari kerusuhan.

“Hingga kini masih belum ada sesuatu yang mengkhawatirkan dari perantau Pessel di sana, utamanya di Manokwari,” ujarnya pada wartawan, (19/8).

Berdasarkan data yang ia miliki, terdapat sedikitnya 1.000 warga Bayang Utara di Papua. Sebagian besar dari mereka berada di Wamena dan Jayapura.

Kendati demikian, lanjutnya, pemerintah daerah tetap memantau perkembangan yang terjadi melalui koordinasi dengan Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Selain itu, juga berkoordinasi secara intensif dengan sanak saudara para perantau yang ada di kampung halaman. “Kami berharap semua dapat terkendali,” ujarnya.

Kemudian meminta seluruh perantau Minang di Papua, utamanya yang berasal dari Pessel ada di agar tidak terprovokasi atau bahkan terlibat langsung dalam aksi tersebut.

Secara terpisah, Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) Wilayah Papua, Zulhendri menyampaikan saat ini warga Minang di Wamena, Jayapura, Biak dan Sorong masih aman terkendali.

Namun, untuk antisipasi imbas kerusuhan, pihaknya meminta seluruh warga Minang di Papua agar sementara tidak beraktivitas di luar rumah.

“Permintaan itu telah kami sampaikan melalui WA Grup pada masing-masing Ketua DPD, utamanya yang di Manokwari,” tuturnya.

Kerusuhan di Manokwari diduga sebagai bentuk protes terhadap tindakan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di beberapa daerah antara lain Surabaya, Semarang dan Malang.

Polisi sebelumnya, Sabtu 17 Agustus 2019 mengangkut paksa empat mahasiswa Papua ke Mapolrestabes Surabaya.

Alasan mengangkut paksa mahasiswa Papua adalah karena untuk kepentingan pemeriksaan dalam kasus perusakan dan pembuangan Bendera Merah Putih ke selokan.

Tindakan tersebut dilakukan setelah polisi menembakkan gas air mata dan menjebol pintu pagar Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya. (min)

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top