Rusuh di Papua, Begini Kondisi Perantau Pesisir Selatan

Penulis -

Senin, 19 Agustus 2019 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat (Sumbar) terus memantau keberadaan perantau asal daerah itu yang ada di Papua.

Camat Bayang Utara, Ronald Bernando menyampaikan, hingga kini seluruh warga Pessel di Pulau Cendrawasih itu masih aman. Belum ada satu pun yang terdampak dari kerusuhan.

“Hingga kini masih belum ada sesuatu yang mengkhawatirkan dari perantau Pessel di sana, utamanya di Manokwari,” ujarnya pada wartawan, (19/8).

Berdasarkan data yang ia miliki, terdapat sedikitnya 1.000 warga Bayang Utara di Papua. Sebagian besar dari mereka berada di Wamena dan Jayapura.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kendati demikian, lanjutnya, pemerintah daerah tetap memantau perkembangan yang terjadi melalui koordinasi dengan Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Selain itu, juga berkoordinasi secara intensif dengan sanak saudara para perantau yang ada di kampung halaman. “Kami berharap semua dapat terkendali,” ujarnya.

Kemudian meminta seluruh perantau Minang di Papua, utamanya yang berasal dari Pessel ada di agar tidak terprovokasi atau bahkan terlibat langsung dalam aksi tersebut.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Secara terpisah, Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) Wilayah Papua, Zulhendri menyampaikan saat ini warga Minang di Wamena, Jayapura, Biak dan Sorong masih aman terkendali.

Namun, untuk antisipasi imbas kerusuhan, pihaknya meminta seluruh warga Minang di Papua agar sementara tidak beraktivitas di luar rumah.

“Permintaan itu telah kami sampaikan melalui WA Grup pada masing-masing Ketua DPD, utamanya yang di Manokwari,” tuturnya.

Kerusuhan di Manokwari diduga sebagai bentuk protes terhadap tindakan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di beberapa daerah antara lain Surabaya, Semarang dan Malang.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Polisi sebelumnya, Sabtu 17 Agustus 2019 mengangkut paksa empat mahasiswa Papua ke Mapolrestabes Surabaya.

Alasan mengangkut paksa mahasiswa Papua adalah karena untuk kepentingan pemeriksaan dalam kasus perusakan dan pembuangan Bendera Merah Putih ke selokan.

Tindakan tersebut dilakukan setelah polisi menembakkan gas air mata dan menjebol pintu pagar Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB