Rusma-Rudi Siap Bangun BUMD Sektor Pertanian di Pessel

Penulis -

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Pasangan Calon Bupati, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Rusma Yul Anwar-Wakil Bupati Rudi Hariyansyah, menyebutkan, bakal mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) perkebunan untuk menggenjot harga komoditi pertanian,

Keberadaan perusahaan pelat merah milik daerah itu merupakan salah satu jawaban memperbaiki keluhan petani terkait fluktuatif harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, misalnya. Selama ini, harga belum memihak pada petani.

“Kedencerungan penetapan harga memang belum berpihak pada petani. Harus ada campur tangan pemerintah, “ujar Rudi ketika mendengarkan keluhan petani sawit di Kecamatan Silaut, baru-baru ini.

Menurutnya, daerah sangat mungkin membentuk badan usaha yang fokus di sektor pertanian. Harga komoditi pertanian dari perkebunan milik masyarakat mutlak dilindungi.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sebab, sampai saat ini perekonomian Pessel masih sangat bergantung pada sektor primer seperti sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan kehutanan.

Sejauh ini, sektor pertanian masih tercatat sebagai kontributor terbesar dalam struktur Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Meski tiap tahun terjadi penurunan, namun pangsanya masih di atas 30 persen.

Karena itu, sektor pertanian sejatinya menjadi arus utama pembangunan ekonomi daerah. Tak hanya dari sisi hulu, namun juga di sisi hilir. Sebab, hingga kini Pessel belum memiliki sumber utama pertumbuhan, selain pertanian.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sedangkan sektor pariwisata yang digadang-gadang ternyata belum mampu menjadi sumber utama pertumbuhan. Bahkan, kontribusinya belum terlihat dalam PDRB. “Makanya, kami bertekad melindungi petani kita dengan kebijakkan,” ujarnya lagi.

Di tengah terbatasnya Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD), ulas mantan Pimpinan Cabang Kimia Farma Sumatera Barat itu, pemerintah daerah bisa menggandeng swasta membentuk BUMD.

Skema kerjasama yang ditawarkan tentu dalam bentuk business to governance (B to G). Artinya, kerjasama antara pemerintah daerah dan swasta. Dengan catatan, pemerintah daerah tetap sebagai pemegang sahama mayoritas.

Saat ini, harga tandan buah segar di tingkat petani di Pessel mencapai Rp1.450 per kilogram. Besaran itu saat ini memang cukup membahagiakan petani. Akan tetapi membaiknya harga itu tidak berlangsung lama.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Selama ini, kecenderungan harga tandan buah segar belum berpihak pada kesejahteraan petani. Keluhan demi keluhan yang disampaikan selama ini belum membuahkan hasil maksimal.

“Bakan sempat menyentuh angka Rp400 per Kilogram. Kalau sudah begitu, petani bisa apa,” kaya Emen (58), salah seorang warga Silaut.

Sementara, tambah Riko, harga kebutuhan pokok tak pernah turun. Kondisi itu diperparah dengan masih tingginya biaya pendidikan sekolah bagi anak-anak, tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB