Padang Pariaman, Prokabar – Evika Marlina (39), warga Nagari III Koto Aur Malintang Batu Basa, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, bahagia setelah rumah reotnya dibedah melalui Baznas Padang Pariaman. Pekerjaan dimulai setelah Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni melakukan peletakan batu pertama, Rabu siang (30/05).

“Saya sempat merantau ke Jakarta, akibat diceraikan suami, saya terpaksa kembali pulang kampung menempati rumah beratap ijuk dan kayu dinding lapuk,” tutur Evi nama sapaan Evika Marlina.
Ibu muda miskin ini memiliki dua orang anak perempuan yang masih sekolah. Anak pertama bernama Silvia Wiranda Agustin (17) dan sedang melanjutkan pendidikan di SMA N 1 Batu Basa. Sedangkan anak kedua, Silvana Julia Putri (14). Anak kedua ini putus sekolah karena baru pindah dari Jakarta dan tidak mendapatkan tempat untuk melanjutkan pendidikan.
“Silviana tidak mendapat tempat untuk pindah sekolah. Kalau bisa anak saya sekolah lagi,” kata Janda Muda ini.
Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni prihatin atas nasib yang dialami Evika Marlina beserta dua orang anak perempuan tersebut. Mendengar anak keduanya putus sekolah, Ali Mukhni langsung memerintahkan camat beserta jajaran untuk membantu pengurusan dan melanjutkan pendidikan Silvana Julia Putri. Selain mendapat rumah layak huni dan keluarga ini juga mampu melanjutkan hidup lebih baik lagi.
“Terima kasih pak bupati,” kata Evika dengan mata sabak.

“Uang bedah rumah yang diserahkan Rp12,5 juta rupiah. Peran Masyarakat melalui semangat budaya gotong royong sangat diharapkan,” tutur Ali Mukhni.
Walinagari III Koto Aua Malintang Batu Basa, Iskandar menyebutkan Evi salah satu keluarga miskin dari 500 orang. Sedangkan jumlah penduduk mencapai 4.500 jiwa.

Ketua Baznas Padang Pariaman, Syamsuarsi Sukma menyebutkan, Bedah Rumah 2018 ini ditargetkan 2 unit setiap kecamatan. Padang Pariaman terdapat 17 Kecamatan. Yang sudah terealisasi sudah 15 unit. Setiap unit dibantu nilai Rp12,5 Juta dan dilanjutkan gotong royong masyarakat.
“Jumlah total keluarga tinggal di rumah tak layak huni hingga sekarang belum didapatkan secara akurat. Meski demikian kami terus berupaya koordinasi tiap nagari dan kecamatan. Di tahun 2017 dana zakat terkumpul Rp5,6 Milyar dan masih direalisasikan dengan 15 Program Baznas Peduli,” tutup Ketua Baznas tersebut. (rud)
















