Lebaran, momen tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga. Lebaran adalah puncak dari kemenangan, puncak melepas rindu, dan puncak dari kebahagiaan. Bagi kita sebagai makhluk sosial, tidak ada yang lebih indah dari berinteraksi. Kami, prokabar.com, menyadari bahwa lebaran adalah momentum dimana interaksi adalah yang paling hebat. Saling menyapa, bersalaman, berpelukan, dan berbagi adalah interaksi yang hebat itu. Berlandaskan itu, prokabar.com merancang platform interaksi di website kami. Melalui halaman "mudik yok" warganet disuguhkan beragam informasi yang bermanfaat. Ada info lalu lintas, info cuaca, cctv dan berita seputar mudik, termasuk destinasi wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya itu, prokabar.com juga menyediakan fasilitas "message" di sudut kiri bawah halaman web. Dengan fasilitas ini pengunjung bisa berbagi foto teks dan video. Lalu tim kami akan menayangkan informasi yang anda bagikan. Yang lebih heboh lagi, sepanjang libur lebaran, prokabar membuat lomba artikel dengan tema umum lebaran di Sumatera Barat. Hadiah totalnya Rp. 10 juta. Lomba ini terbuka untuk umum, termasuk perantau yang sedang pulang kampung. Prokabar mengajak warganet untuk berbagi informasi di prokabar.com. informasi anda akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Selamat Lebaran, sempurnakan pulang kampung anda bersama prokabar.com Salam Tim redaksi
Peristiwa

Rumah Kaum Papa itu, Rata jadi Abu


Pasaman,-Prokabar. Dada Yusrial (36) seakan hendak remuk. Pikirannya buntu. Rumah mungil nan ia huni bertahun-tahun bersama sang istri dan tiga orang anak, hangus terbakar tiga hari lalu. Inilah kisah pilu kaum papa dari Pasaman.

“Besok orang sudah lebaran,” kata Yusrial, saat dihampiri Prokabar Kamis (14/6) sore, di puing rumahnya, kawasan Padang Manduang, Jalan Manunggal, Jorong Rumah Nan XXX, Nagari Aia Manggih, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman.

Yusrial baru tahu rumahnya terbakar, pada pagi hari 11 Juni lalu. Malam sebelum kejadian, ia dan Upiak serta anak-anaknya yang masih belia, Alfi (10), Arya (5) dan Nayla (3), pergi ke rumah famili. Bermalam di sana. Maklum hari raya akan tiba.

Baca Juga :  SMA Lubuk Basung Terbakar, Siswa Menangis

Kamis (14/6), Prokabar ditemani Gina dan Harnel Libra, tim relawan Bintang Kecil yang sekaligus PNS aktif di Pemkab Pasaman, berkunjung ke bekas bangunan milik Yusrial dan Upiak.

Saat tiba di sana, Yusrial terlihat sendirian membersihkan puing rumahnya. “Pak, indak ado rumah awak lai?,” kata Alfi dan Arya nyinyir bertanya. Mereka belum cukup tahu, jika dengan apa Yusrial bisa membangun ulang rumah itu.

Baca Juga :  SMA Lubuk Basung Terbakar, Siswa Menangis

Sampai malam ini, tidak ada pihak yang berani memastikan, apa penyebab rumah Yusrial terbakar. Jarak rumah Yusrial dengan warga lainnya, kebetulan cukup terpaut jauh.

Kini, Yusrial yang kesehariannya sebagai buruh tani dan buruh ternak titipan warga, hanya bisa bersabar dan berusaha semampunya. Membangun kembali rumah sederhananya sembari berharap empati dari para dermawan.

Baca Juga :  SMA Lubuk Basung Terbakar, Siswa Menangis

Pantauan Prokabar.com, duka Yusrial sedikit mulai terobati. Sejak dikunjungi tim relawan bintang kecil, berbagai bantuan mukai berdatangan. Ada pakaian hingga perlengkapan lainnya silih berganti dihantarkan para dermawan.

“Duka Yusrial adalah duka kita semua. Semoga ada dermawan yang tergerak untuk meringankan duka Yusrial, kami siap untuk memfasilitasinya. Silahkan kontak 082388226767. Itu atas nama saya,” tutup Gina didampingi Harnel Libra, tim relawan bintang kecil yang sekaligus PNS aktif di Pemkab Pasaman. (Ola)

Berani Komen Itu Baik

To Top