Wisata

Rumah Gadang Panjang Solsel Sabet Penghargaan API 2018

Padang, Prokabar – Meski dalam keadaan rusak, Rumah Gadang Panjang yang berada di Nagari Abai, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, meraih juara satu Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 pada kategori Situs Sejarah Terpopuler.

“Setelah tahun lalu Kawasan Saribu Rumah Gadang di Koto Baru menjadi Kampung Adat Terpopuler, tahun ini Solok Selatan kembali meraih prestasi terbaik dalam ajang API yakni Situs Sejarah Terpopuler dengan objek Rumah Gadang Panjang,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan Harry Trisna, Jumat (23/11).

Dalam ajang pemilihan berdasarkan polling terbanyak ini, Rumah Gadang Panjang mampu meraih sebanyak 63,3 persen, kemudian disusul oleh Patung Mejan dari Kabupaten Pakpak Bharat dan Gua Liangkabori Kabupaten Muna.

Penghargaan diterima langsung kepada Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria di Hotel Grand Sahid Jakarta Kamis (22/11) malam.

Dengan diterimanya penghargaan ini, Harry rumah gadang dengan 21 ruang telah menjadi ikon wisata baru Solok Selatan sehingga harus dikembalikan menjadi destinasi wisata.

“Awalnya tentu adalah perbaikan karena rumah gadang ini dalam kondisi rusak sedang. Kami dari pemerintah berusaha membantu perbaikannya,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, imbuhnya dirinya akan meminta izin kepada kaum pemilik rumah gadang tersebut untuk menjadikan sebagai cagar budaya.

“Dengan menjadi cagar budaya, pemerintah lebih mudah dalam mengalokasikan anggaran untuk pengembangan rumah gadang tersebut,” sebutnya.

Dirinya, imbuhnya juga mendorong kepada pemerintah nagari untuk bisa mengalokasikan anggaran melalui dana desa untuk mengembangkan Rumah Gadang Panjang sebagai obyek wisata.

Obyek wisata yang telah menjadi ikon, sebutnya akan diutamakan untuk dikunjungi wisatawan, seperti Kawasan Saribu Rumah Gadang, Perkebunan Teh, Gua Batu Kapal dan Rumah Gadang Gadang.

Namun, mengingat jarak Bandara Internasional Minangkabau (BIM) atau Kota Padang ke Solok Selatan cukup jauh, memakan waktu hingga empat jam perjalanan darat, sehingga dibutuhkan tempat istirahat bagi pengunjung.

“Kami usulkan rest area dibuat di Hulu Suliti dan meminta Dinas PU untuk bisa membuka akses jalannya sebelum kami arahkan mengunjungi obyek wisata,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan Yolni Hendra mendorong kaum, pihak pemerintah nagari dan camat, bisa bergotong royong untuk melakukan perbaiki rumah gadang tersebut adanya kucuran bantuan dari pemerintah.

Perbaikan juga bisa melalui dana desa atau Corperate Social Responsibility (CSR) perusahaan perkebunan yang berada di Kecamatan Sangir Batanghari.

“Jangan nanti ada kampanye negatif karena kondisi rumah gadang tersebut masih rusak,” ujarnya.

Masyarakat setempat, imbuhnya juga harus berinisiatif membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mengembangkan Rumah Gadang Panjang sebagai destinasi wisata.

“Kami setiap tahun memiliki program pelatihan sumberdaya manusia Pokdarwis, nanti kami arahkan ke sana,” ujarnya. (*/mbb)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top