Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

RS Rujukan Penuh, PDP Terpaksa Diisolasi di RSUD Hanafiah Batusangkar

Dibaca : 2.6K

Tanah Datar, Prokabar — Posko Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Tanah Datar mencatat hingga rabu 25 maret 2020, terdapat 90 warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah satu orang dari sebelumnya sejumlah 2 orang.

Dari informasi yang didapatkan prokabar.com, jika satu orang PDP tersebut masih berusia balita yang memiliki gejala mirip covid 19, demam dan batuk. Ketiadaan ruang isolasi yang kosong di RS rujukan pemerintah, membuat pasien tersebut sampai saat ini masih dirawat di ruang isolasi RSUD Hanafiah Batusangkar.

“Iya ada satu, masih balita. riwayat perjalananya kalau tidak salah, dari Jakarta entah pekanbaru itu, nanti saya pastikan ya.” ungkap Yesrita, Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar saat dihubungi prokabar.com

Yesrita juga mengatakan jika bayi tersebut sampai saat ini masih dirawat di RSUD Hanafiah Batusangkar dan belum dirujuk ke rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah. Hal ini terjadi karena rumah sakit rujukan tersebut, RS Ahmad Moehtar Bukitinggi dalam kondisi penuh.

“Iya masih di IGD kayaknya. Kalau untuk memastikan pasien rumah sakit bagus ditanyakan kepihak rumah sakit, ” kata Yesrita saat menanggapi dimana dirawat pasien tersebut saat ini.

Sementara itu, saat dihubungi melalui sambungan telfon, pejabat pemberi informasi RSUD Hanafiah Batusangkar membenarkan jika pasien masih dirawat di ruang isolasi RSUD Hanafiah Batusangkar.

“Benar masih diruang isolasi IGD. Kita menunggu adanya RS rujukan yang kosong dulu, ada yang kosong baru kita rujuk. Belum Pasti Corona ya, karna alatnya tidak ada sama kita. Kalau Pasien masuknya siang tadi” ungkap Beni Akbar.

Sementara itu, meningkatnya angka ODP di Tanah Datar, Jubir penanganan Covid 19 mengatakan jika hal tersebut terjadi karena masih ditemukan masyarakat yang baru pulang dari luar daerah dan secara sadar memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

“Sesuai protokol, ditetapkan ODP karena memiliki salah satu gejala Covid-19 dan memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah terkonfirmasi Covid-19 atau kontak dengan orang yang memiliki riwayat yang sama,” ucapnya.

Roza juga mengatakan peningkatan ini di satu sisi menunjukkan kesadaran masyarakat memeriksakan diri dan sisi lain kewaspadaan seluruh masyarakat terhadap penyebaran Covid-19 harus semakin ditingkatakan dengan proteksi diri dan sosial distancing. (eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top