Riset Kebencanaan Bukan Dimaksudkan Membuat Takut Masyarakat

Penulis -

Kamis, 1 Oktober 2020 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menritek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, riset kebencanaan bukan dimaksudkan membuat ketakutan di kalangan masyarakat.

Tapi dengan mengetahui ancaman dan potensi, protocol kebencanaan harus ditingkatkan guna meminimalkan risiko. Apalagi  Indonesia berada di cincin api (ring of fire) yang rawan gempa bumi, tsunami, bahkan bencana hidrometeorologi.

Masyarakat harus lebih memahami lokasi yang ditinggalinya,  apakah terdapat ancaman bencana tertentu. “Riset tersebut harus membuat kita lebih waspada dan antisipatif terhadap potensi tersebut,” kata Menteri Bambang dilansir Kamis (1/10)

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Menteri Bambang menegaskan, sampai saat ini belum ada metodologi  yang bisa memprediksi kapan gempa bumi akan terjadi. Untuk itu, mitigasi terhadap dampak bencana perlu terus diperkuat.

Untuk memperkuat mitigasi, para ahli pun melakukan riset, dan kajian yang mendalam potensi bencana,  seperti yang baru saja dipublikasikan oleh tim peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sejumlah institut terkait gempa megathrust diikuti tsunami maksimal setinggi  20 meter di Selatan Jawa.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Oleh karena itu, riset kebencanaan menjadi salah satu focus  Kemenristek/BRIN. Salah satunya riset sesar gempa yang aktif di Pulau Jawa bagian barat, tengah dan timur. Penelitian kebencanaan di luar Pulau Jawa juga perlu diperhatikan,” paparnya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Disebutkan, sebagai mitigasi, teknologi system peringatan dini tsunami sudah dilakukan  oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan menghasilkan buoy dan system kabel bawah laut.

“Penduduk yang terekspos  bencana juga perlu lebih berhati-hati. Pembangunan di daerah rawan bencna juga perlu dibangun lebih hati-hati,” ungkapnya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB