Pariaman, Prokabar – Saya sangat marah ketika mendapat laporan dari adik – adik saya di Tabuik Diving Club – Pariaman bahwa taman mangrove yang kami pelihara dan jaga selama ini dirusak orang untuk dibuat jalan atas inisiatif dari legislatif setempat untuk dibuat jalan.
Dan setelah mendapat informasi lengkap, saya langsung menelpon walikotanya untuk mengkomfirmasikan hal tersebut. Dan Alhamdulillah walikota langsung meresponnya dengan baik,
“Ya pak Ridwan saya baru dapat informasi semalam dan saya sudah suruh hentikan proyek tersebut!” katanya.
Mendengar hal ini membuat saya lega. Dan beliaupun mau ketika saya minta untuk membahas hal ini secara langsung di salah satu tv lokal dan menegaskan proyek tersebut dibatalkan. Sayapun mengajak perwakilan dari TDC dan sekjen dari Green Tourism Institute untuk talk show bersama.
Memberi Warna buat Pariaman.
Saya cukup sedih melihat Pariaman. Daerah yang kaya akan seni budaya dan keindahan alamnya tapi tidak berhasil membawa kunjungan wisatawan dunia kecuali lokal.
Dan semenjak kehadiran Konservasi Penyu diPariaman saya mulai memberikan perhatian khusus buat Pariaman. Sekaligus ingin membantu eksistensi dari konservasi tersebut.
Saya mulai melakukan Green Action dengan aktifitas Marine Conservation program dengan komunitas yang ada disana yaitu Tabuik Diving Club. (rud)
















