Ribuan Penduduk Miskin di Pesisir Selatan Terancam, Ini Penyebabnya

Penulis -

Senin, 9 September 2019 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Pemerintah Pusat telah menaikkan iuran BPJS sehingga mengancam kepada 16 ribu penduduk miskin di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumber.

Kenaikan tersebut Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpes) nomor 19 Tahun 2016, kenaikan iuran bulanan BPJS Kesehatan berlaku bagi peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan PBI.

Kepala Bidang Pelayanan Medis Dinas Kesehatan Pessel, Vera Kornita mengungkapkan, ancaman itu berupa pemangkasan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Ya, bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dari APBD. Karena Keterbatasan keuangan daerah,” ungkapnya pada wartawan di Painan, (9/9).

Vera menjelaskan, untuk kelas I, dari Rp59.500, menjadi Rp80 ribu per bulan. Untuk kelas II, menjadi Rp51 ribu, dari Rp42.500. Kelas III, naik dari Rp25.500 menjadi Rp30 ribu per orang per bulan.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Sedangkan untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI), besarannya naik dari Rp19.225 menjadi Rp23 ribu per bulan. Secara keseluruhan, saat ini, lanjut Vera, total penerima PBI dari APBD du Pessel mencapai 28 ribu orang.

Besaran subsidi mencapai Rp20.500 per orang per bulan atau sekitar 80 persen dari total besaran iuran yang sebesar Rp25 ribu penerima manfaat.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Jadi, yang terpangkas itu bisa mencapai 16 ribu orang. Yang terakomodir hanya 12.226 orang,” terangnya.

Kendati demikian, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dengan persoalan tersebut. Menurutnya, pihaknya bakal mencarikan solusi terbaiknya.

“Ini sudah tanggungjawab kita untuk memikirkannya. Dan akan ada solusinya, dan itukan masih tahap rencana,” ungkapnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB