Ribuan Nelayan Bergantung Hidup Pada Danau Singkarak

Penulis -

Sabtu, 22 Juni 2019 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Singkarak, Prokabar — Saat ini ada sekitar 5.000 nelayan tradisional secara keseluruhan yang menggantungkan hidupnya kepada Danau Singkarak. Jika bagan terus menerus dipasang tentu akan memusnahkan ikan bilih (ikan khas danau Singkarak) dan berdampak besar akan perekonomian nelayan tersebut.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit disela-sela kegiatan melepas 20.000 ekor benih ikan di Danau Singkarak, Jumat (21/6) kemarin.

Wagub Nasrul Abit berharap Danau Singkarak tidak seperti Danau Maninjau, yang saat ini tidak kondusif lagi dalam usaha karamba perikanan.

“Danau Maninjau tidak kondusif lagi karena jumlah kerambanya sekitar 21.000, sementara kapasitasnya hanya sekitar 6.000. Untuk itu kita minta pengguna bagan dan seluruh komponen masyarakat disekitar Danau Singkarak sadar, bagaimana bersama-sama menjaga danau ini, tetap produktif dan sehat dengan menyelamatkan keberadaan ikan bilih tidak musnah” himbau Wagub.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Selain itu, Wagub Nasrul Abit juga menyinggung tentang tata ruang yang ada disekitar Danau Singkarak agar di tata kembali untuk lebih baik.

” Jangan ada lagi tambahan bangunan pinggir danau Singakarak yang indah ini. Jika dipenuhi bangunan dipinggir danau, maka nantinya akan menutup anugrah keindahan pemandangan ke arah danau” sebutnya.

Nasrul Abit juga katakan, guna mewujudkan peningkatan kunjungan wisata ke danau Singkarak, kita perlu secara bersama-sama, tidak ada penertiban secara paksa, tapi kita inginkan kesadaran masyarakat menata tata ruang ini agar lebih hidup dan menarik.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sementara itu Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar katakan, dengan dilepasnya 20.000 bibit ikan bertujuannya untuk meningkatkan populasi ikan asli Danau Singkarak yang kini mulai berkurang.

“Yang kita restocking adalah ikan ikan lokal asli Danau Singkarak. Selain itu
kita juga sudah berhasil menetaskan ikan bilih yang kini sedang kita besarkan di hachery Singkarak” jelasnya.

Yosmeri sampaikan, kondisi saat ini kita prihatin atas keberadaan semakin langka nya ikan bilih di danau Singkarak. Saat ini UPTD KKP Sumbar sudah bisa melakukan pemijahan ikan bilih dengan dilakukan uji coba sebanyak dua kali.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Dengan demikian, nantinya kita bisa menyebarkan bilih lebih banyak lagi guna mengantisipasi kepunahan ikan bilih yang mulai langka” ujarnya.

Yosmeri tegaskan juga akan dilaksanakan razia bagan di Danau Singkarak dengan melibatkan Pemprov Sumbar, Pemda Solok, Tanah Datar, Polsek, Danramil, Camat, Walinagari yang ada disekitar danau Singakarak ini.

“Razia ini merupakan sebuah upaya dalam menjaga kelestarian ikan bilih yang mulai punah karena menggunakan alat tangkap terlarang yaitu bagan. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Gubernur Sumbar nomor 81 tahun 2017 tentang penggunaan alat dan bahan penangkapan ikan di perairan Danau Singkarak” ucapnya. (rel/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB