Tanah Datar, Prokabar- Gebyar Vaksinasi Covid-19 digelar pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Rabu (8/12). Vaksinasi dilakukan di 40 titik yang tersebar di 14 kecamatan dan 75 nagari di Kabupaten tersebut.
Gebyar vaksinasi dihelat dalam rangka mendukung percepatan vaksinasi dan juga mempercepat pembentukan kekebalan kelompok secara menyeluruh. Selain itu, gebyar vaksinasi juga dilakukan sebagai upaya mewujudkam 70% target nasional di Luhak Nan Tuo.
Bupati Tanah Datar dalam kunjungannya ke kecamatan Tanjung Emas mengatakan, vaksinasi masal kali ini diharapkan mampu memvaksin 20 ribu orang masyarakat. Untuk mencapai tujuan itu, pihaknya menerjunkan sebanyak 40 tim vaksinator dan dibantu oleh berbagai pihak lainnya.

” hari ini kita melakukan gebyar vaksinasi. Selama ini kami memang ikut dalam program Sumbar Sadar Vaksin (Sumdarsin). Tetapi, belum bisa mencapai persentase capaian vaksinasi ini,” kata Bupati, Eka Putra tang saat itu turut didampingi Kajari Tanah Datar, Hardijono Sidayat, dan perwakilan BIN Daerah Sumbar, Riko Samuel.
Bupati melanjutkan, guna mencapai persentase yang belum cukup itu, pihaknya harus membuat kebijakan dengan melaksanakan gebyar vaksinasi bagi masyarakat dan pelajar di Tanah Datar. Kebijakan gebyar vaksinasi ini katanya, turut didukung oleh seluruh forkopimda di lingkungan Pemkab Tanah Datar.
” tentu ada capaian. Target kami sebanyak 20 ribu orang, itu target dan mudah mudahan bisa tercapai. Kita menyediakan 40 gerai vaksin dengan capaian 1 gerai itu 500 orang,” harap Bupati yang saat itu turut diaminkan oleh Kadis Kesehatan Tanah Datar, Yesrita Zedrianis.
Berdasarkan pantaun yang dilakukan, Bupati menilai target yang direncanakan dapat tercapai. Terlebih, antusias masyarakat untuk mendapatkan vaksin cukup tinggi.

” kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat atas antusiasnya yang luar biasa. Di kecamatan Tanjung Emas, Saruaso ini saja, baru dibuka, sudah 100 orang yang sudah vaksin. Ini turut menandakan, masyarakat kita sudah sadar akan kesehatan, vaksin adalah hak masyarakat untuk mendapatkan kesehatan, dan harus diambil itu,” tutup Eka Putra.
Sementara itu, perwakilan BIN Daerah Sumatera Barat, Riko Samuel menyampaikan jika dalam mewujudkan kekebalan kelompok, pihaknya terus mendorong program pemerintah daerah agar target vaksinasi itu bisa tercapai.
” kami menyiapkan berbagai langkah dalam mendorong bagaimana capaian vaksinasi bisa tercapai. Tentunya kita berkordinasi seperti dinas kesehatan dan stakeholder lainnya,” ungkap Riko.

Dia juga mengatakan, dari beberapa kegiatan vaksinasi yang dilakukan sejak beberapa waktu lalu, perkembangan capaian khusus untuk Tanah Daatr cukup siginifikan.
” kita lakukan kegiatan minggu kemaren saja, ada 2900 masyarakat yang sudah kita vaksin,” sampainya.
Adapun, perwakilan BIN daerah Sumbar sendiri juga melakukan vaksinasi bersamaan dengan program gebyar vaksinasi di 7 kecamatan di Tanah Datar, dengan 11 titik gerai vaksin. BIN pun menaregtkan 2200 masyarakat bisa tervaksin dalam program ini.
Tak jauh berbeda dengan Bupati Tanah Datar, Eka Putra, Riko Samuel juga mengapresiasi masyarakat yang sudah sadar akan pentingnya vaksin dalam menangkal penyebaran covid 19.
” apa yang kita lakukan sudah diangka diatas 1000, dan itu menandakan masyarakat kita sudah sadar vaksin,” tutupnya.
Sebelumnya, Kadis Kesehatan, Yesrita Zedrianis menyampaikan jika Tanah Datar saat ini telah berubah status dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi level 1. Turunnya status level PPKM di Tanah Datar setelah capaian vaksinansi Covid-19 berhasil memenuhi standar yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat.
Selain itu jumlah kasus positif yang juga mulai turun sejak beberapa waktu terakhir juga mrnjadi indikator penurunan level.
” penurunan level ini indikatornya tidak ada kasus, dan capaian vaksinasi yang sudah diatas 50 persen,” lanjut Yesrita.
Saat ini saja, kata Yesrita, capaian vaksinasi di Tanah Datar telah menyentuh angka 51 persen. Hingga akhir tahun mendatang, pihaknya tetap optimis target 70 persen bisa tercapai, terlebih dengan adanya program gebyar vaksinasi.
” kalau dosis pertama saja sebanyak 3000 orang, maka akan naik 1 persen. Tapi dari 20000 orang itu tidak mungkin dosis satu saja, ada dosis kedua juga. Meski demikian kita berharap dengan vaksinasi masal nanti bisa persentase capaian kita menyentuh 57 persen atau naik 6 persen dari angka saat ini,” tutup Yesrita. (eym)
















