Padang, Prokabar – Tokoh Muda Sumatera Barat, Rezki Rifai menyatakan kesediaan dirinya bertarung merebut Ketua Umum IKA Unand. Alumni Fakultas Ekonomi ini, komit dalam memajukan Unand di berbagai lini.
“Saya hanya orang biasa tetapi punya keinginan untuk memberikan yang terbaik untul IKA Unand. Usia dan pengalaman memang prioritas utama tetapi kerja keras dan ikhtiar lebih dari segalanya,” kata Rezki Rifai.
Pay, panggilan akrab Rezki Rifai adalah Alumni Akuntansi angkatan 97, sekarang sedang mengambil S2 di Magister Manajemen FE Unand dan dipercaya sebagai Ketua Umum HIMA MM FE Unand.
Beberapa waktu kemarin dibawah komandonya HIMA berhasil menyelenggarakan Webinar yang mendatangkan YM. Suryo Pratomo Dubes LBBP RI untuk Singapura, Audy Joinaldy Wagub Sumbar dan Salman Subakat CEO PT Paragon Technology & Innovation yang dikenal sebagai produsen Wardah.
Pay sejak mahasiswa sampai sekarang aktif di berbagai organisasi seperti Kadin Sumbar, IKAFE, PW NU Sumbar, IAI Sumbar dan Masika ICMI. Pada saat kuliah di S1 Pay pernah menjabat sebagai Ketua HIMA Akuntansi, Presiden AIESEC Unand dan Presiden BEM KM FE Unand serta pernah mewakili Indonesia untuk World Students Summit di Jepang tahun 2002.
Rezki mengaku mendapat dukungan dari sejumlah tokoh internal maupun ekaternal alumni Unand.
“Beberapa Tokoh memberikan dukungan langsung kepada saya untuk maju berkompetisi, diantaranya Andrinof A Chaniago Mantan Menteri PPN Kepala Bappenas RI, Masril Koto Pejuang Petani, Yogi Yolanda Ketua PA GMNI Sumbar dan Zefnihan Sekda Sijunjung,” papar rizki.
Pay yang sehari – hari bekerja di BRI mengatakan bersedia maju apabila diamanahkan oleh IKAFE apabila Ketum Novri dan Aciak tidak bersedia maju.
Kongres VI IKA Unand pada tanggal 7 Agustus 2021 di Hotel Truntum Padang masih adem ayem. Persiapan OC dibantu SC masih berlangsung dinamis. Belakangan muncul nama – nama tokoh yang berselera untuk maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum IKA Unand. Beberapa nama antara lain Surya Tri Harto dari Teknik, Imelda Sari dari FIB, Restu Wirawan dari Teknologi Pertanian, Reni Maryeni dari Pertanian serta Rustian dari Farmasi dan Novri Handri dari Ekonomi.(rls)
















