Padang, Prokabar – Persoalan pendidikan menjadi fokus utama anggota DPRD Padang Helmi Moesim. Hal itu terbukti dengan kehadiran 12 kepala sekolah saat anggota dewan itu melaksanakan reses di Air Camar, Kelurahan Parak Gadang Timur, kemarin.
Legislator Partai Berkarya ini mengatakan, sebagian besar masyarakat menyampaikan aspirasi terkait sektor pendidikan. Maka yang perlu menjadi perhatian adalah mengenai sarana dan prasananya dalam memajukan dunia pendidikan masyarakat di Kota Padang.
“Aspirasi yang paling berkembang itu adalah sektor pendidikan, karena lebih dari 12 sekolah yang hadir, jadi masyarakat lebih fokus di dunia pendidikan,” kata Helmi Moesim disela-sela kegiatan reses tersebut.
Dia mengatakan, sebagai anggota dewan, dirinya bisa merealisasikan dana rehab ringan dan mobiler bagi sekolah-sekolah. Hal itu dibuktikan dengan langsung mengabulkan permintaan kepala sekolah yang hadir berupa penambahan mobiler seperti meja, kursi dan lainnya, rehab lantai dan dinding sekolah serta bantuan komputer.
“Kalau bicara target aspirasi tentu masyarakat ingin secepatnya. Akan tetapi tentu kita sesuai dengan keuangan daerah. Dan saya akan turun ke masyarakat untuk mendahulukan skala prioritas. Itu tidak ada kata tawar dalam pendidikan, kalau lantai berlobang tentu berdampak pada dunia pendidikan,” ciletuk Helmi Moesim.
Khusus keluhan di dunia pendidikan, beber Helmi Moesim, akan segera terealisasi pada tahun 2020.
Selain itu, kata Helmi Moesim, persoalan drainase, juga menjadi perhatiannya. Ini merupakan salah satu program dari Pemerintah Kota Padang yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disepakati dan disahkan antara DPRD Kota Padang dengan Pemko Padang.
Dirinya akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan bidang sarana prasana agar melakukan survei di sejumlah sekolah supaya upaya merehabilitasi bagian yang sangat prioritas.
“Alhamdulillah (segera tindaklanjuti keluhan masyarakat),” katanya.(mbb)
















