Padang,Prokabar — Pembangunan SMP Negeri mendesak dilakukan di kelurahan Kuranji, kecamatan Kuranji. Hal ini dikarenakan jumlah warga di kelurahan ini hampir 40 ribu jiwa, sementara SMP terdekat berada di kelurahan korong gadang dan kelurahan Gunung Sarik.
Hasil dua kali rapat warga bersama anggota DPRD Padang serta tokoh masyarakat, beserta Lurah dan Camat Kuranji dalam pekan ini, menghasilkan beberapa keputusan.
Lurah Kuranji Kasma Efendi menyebut langkah pertama yang akan dilakukan adalah konfirmasi atau verifikasi dengan Pemko Padang dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Padang.
Ini untuk memastikan, lahan seluas 1,8 hektar di lokasi Komplek PGRI Balimbiang Kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji memang berada di tanah fasum.
Ini nantinya juga melibatkan bidang aset BPKA dan juga Dinas Pertanahan Kota Padang. Jika nantinya telah jelas bahwa masuk dalam tanah fasum, baru lah tokoh masyarakat, anggota DPRD dan juga Camat Kuranji menemui Walikota Padang Hendri Septa meminta agar dapat direncanakan pembangunannya.
Selanjutnya akan diajukan surat kesediaan warga di Rukun Warga dan kelurahan kuranji umumnya untuk mengalihfungsikan tanah fasum ini menjadi SMP Negeri.
“Dengan luas tanah mencapai 1,8 hektar, serta jumlah sekolah dasar negeri yang mencapai 12 sekolah serta 18 rw yang ada di kelurahan kuranji dengan 40 ribu jiwa, maka kebutuhan pembangunan SMP negeri terbilang mendesak. Apalagi ini juga mendukung program unggulan Walikota Padang terkait Ruang Kelas baru,” sebut Irwan Basir tokoh masyarakat Kuranji yang juga Ketua DPD LPM Kota Padang.
Terpisah, Zulhardi Zakaria Latif siap mengawal agar pembangunan SMP Negeri di Kelurahan Kuranji dapat terwujud.
“Untuk kegiatan pembangunan sekolah melalui Organisasi Perangkat Daerah saya rasa tinggal menyesuaikan saja, karena ini Progul Pak Wali. Yang terpenting saat ini, kita bekerja bersama sama melakukan verifikasi lahan, untuk selanjutnya ada pelepasan hak dari warga bersedia lahan fasum jadi lokasi pembangunan sekolah,”sebut Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Padang ini.
Warga komplek PGRI yang masuk kawasab balimbiang kelurahan Kuranji, Erianto, menyampaikan alasan mendesaknya pembangunan SMP Negeri di lahan fasum ini, karena memang selama ini jarak SMP terdekat masing masing berada di kelurahan Gunung Sarik dan Korong Gadang.
“Padahal jumlah jiwa di kelurahan Kuranji kurang lebih dua kali lipat dari jumlah jiwa di dua kelurahan tersebut. Sehingga dengan adanya SMP Negeri, tentu jaminan masuk sekolah negeri bagi warga di kelurahan Kuranji tentu jadi lebih besar bagi warga kelurahan Kuranji,” urai Ketua Masjid Baiturrahim Komplek PGRI ini.
Jika nanti proses verifikasi telah terang, bahwa lahan 1,8 hektar masuk dalam fasilitas umum dan bisa dijadikan lokasi pembangunan sekolah, pelepasan hak dan dukungan masyarakat akan diserahkan ke Pemko Padang, serta diajukan proses pembangunannya di 2022.
Tentunya cikal bakal SMP Negeri yang akan diawali dengan SMP Negeri Filial 28 Padang ini diawali dengan penerimaan murid baru pada juli mendatang. Jika proses verifikasi dan pelepasan hak, berupa bersedianya warga lahan fasum jadi sekolah segera tuntas.
Mendesaknya waktu yang ada, kecekatan Lurah Kuranji dan Camat Kuranji sangat ditunggu agar mimpi SMP Negeri terwujud di 2022. (Adh)
















