Relokasi PKL Kelok 9 Happy Ending, Terimakasih Kombes Pol Singgamata

Penulis -

Kamis, 31 Mei 2018 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota, Prokabar – Relokasi PKL Kelok Sembilan dipastikan berakhir bahagia alias happy ending. Siapa sosok dibalik suksesi ini?

Salah satunya, yakni Kombes Pol Singgamata, Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar.

Disupport Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal, Kombes Pol Singgamata dan Kapolres 50 Kota AKBP Haris Hadis, mendorong relokasi PKL dilakukan.

Singgamata bereaksi di Provinsi. Dia mengingatkan Pemprov Sumbar, dalam hal ini Gubernur Irwan Prayitno dan Wagub Nasrul Abit, agar segera merelokasi PKL.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Dir Lantas Kombes Pol Singgamata bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal

Adapun Haris Hadis dan Kasat Lantas AKP Dwi Yulianto, juga mendorong Pemkab Limapuluh Kota agar tidak setengah hati dalam merelokasi PKL.

“Semangat kami hanya satu, soal kemanusiaan,” kata Kapolres Haris Hadis.

AKBP Haris Hadis, Kapolres 50 Kota

Kombes Singgamata, adalah Direktur Lalu Lintas yang berhasil merubah masalah menjasi solusi.

Persoalan pedagang Kelok Sembilan, adalah bidak catur kedua yang dia gerakan, setelah mengurai kusut masai kemacetan Pasar Koto Baru. “Singgamata, bukan Kombes biasa. Tapi polisi nan tulus mengayomi,” tulis Raziq, pemilik sebuah akun FB.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kepada wartawan tempo hari di Limapuluh Kota, Singgamata yang merupakan mantan ajudan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono itu, mengaku khawatir, dengan PKL Kelok Sembilan.

Dia khawatir, akan halnya resiko berdagang di pinggiran jembatan layang. “Kalau ada kecelakaan, hasil analisa dan evaluasi kami meyakini, korbannya akan lebih tragis dari kasus tanjakan emen,” sebut Singgamata.

Kapolres Haris Hadis, terus membawa kabar ini di setiap ruang diskusi. Di setiap kesempatan, dia yakinkan Bupati Irfendi untuk merelokasi PKL.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Akhirnya, Pemkab mengutus sejumlah OPD terkait, mengikuti rapat demi rapat rencana relokasi PKL Kelok Sembilan. Ini dipimpin Wagub Nasrul Abit.

“Alhamdulillah, atas kerja keras banyak pihak, atas upaya preemtif, persuasif, maka PKL Kelok Sembilan, dapat direlokasi dengan humanis. Terimakasih pak Gubernur, pak Wagub, pak Dir Lantas, pak Kapolres, BKSDA dan teman-teman OPD terkait,” kata Bupati Irfendi Arbi, terpisah. (Vbm)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB