Majalengka, Prokabar – Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 meminta sukarelawan menunjukkan sikap ramah ketika melayani atlet atlet dan ofisial peserta pesta multi-cabang olahraga itu selama tiga pekan penyelenggaraan.
“Tak hanya itu, sikap ramah juga harus ditunjukkan kepada para wartawan lokal atau asing yang meliput,” kata salah satu relawan divisi Media & PR Liaison Officer Valent Puspito, di Media Center Venue cabang olahraga Kano di Bendung Rentang, Majalengka Jawa Barat.
Ia menuturkan, dirinya bersama tim yang terdiri dari 10 orang fokus bertugas untuk siap dan sigap melayani seluruh wartawan yang meliput Asian Games di Bendung Rentang.
“Tugasnya melayani wartawan baik di media center ataupun ketika mereka melakukan peliputan di venue. Memberikan informasi hasil pertandingan melalui press rilis atau sejenisnya,” ujarnya.
Valent yang merupakan mahasiswa Unpad Bandung Jurusan Ilmu Komunikasi ini menjelaskan, wartawan sebelum melakukan peliputan Asian Games 2018 terlebih dahulu melakukan registrasi khusus media melalui INASGOC. Mereka yang telah registrasi akan diberikan kartu khusus peliputan Asian Games.
Kendati demikian, terang Valent, teman- teman media yang baru registrasi dadakan di venue Kano ini pun tetap bisa melakukan peliputan dan diberikan kartu tanda masuk khusus pers.
Namun, jelas dia, ada sedikit perbedaan antara teman-teman media yang sudah terlebih dahulu melakukan registrasi di INASGOC dibandingkan dengan mereka yang registrasi di tempat.
“Perbedaan dari jenis id card dan tempat atau zona batas peliputan, meskipun mereka sama sama bisa melakukan peliputan di dalam venue,” terang dia.
Menurut Valent, untuk di Bendung Rentang ada sekitar puluhan wartawan lokal dan lima wartawan media asing yang meliput cabang olahraga Kano.
“Jadi karena mereka dari berbagai negara, kita terkadang kesulitan dalam bahasa. Kendati demikian, kita berusaha memberikan yang terbaik kepada teman- teman media yang ada di media center ini,” ujarnya.
Terkait soal keuntungan menjadi relawan, Valent mengungkapkan, dirinya bisa bertemu dengan teman-teman baru, termasuk teman wartawan dari berbagai media. “Beruntung juga kalau bisa dapat jodoh. Sesama voulenteer biasanya saling PDKT,” canda dia.
Selain itu, ia mengaku mendapatkan fee sebagai relawan. Fee ini dibayar berdasarkan absen setiap harinya. Pembayaran dilakukan setiap lima hari sekali. “Maksimal (jadi relawan) itu 18 hari selama event Asian Games berlangsung,” kata dia
Di Asian Games 2018 ini, ia berharap agar Indonesia bisa menjadi negara terbaik yang bisa melayani peserta Asian Games dari berbagai negara. (*/hdp)
















