Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Rektor Unand Dorong Peneliti Ikut Andil dalam Riset Covid-19

Dibaca : 169

Padang, Prokabar — Rektor Universitas Andalas Prof Yuliandri, mendorong peneliti dan akademisi untuk mengambil andil dalam penelitian-penelitian yang bermanfaat untuk menyelesaikan persoalan Corona Virus Disease 19 (Covid 19).

Hal itu disampaikannya secara langsung dalam webinar dan diskusi ke 7 terkait Penanggulangan Wabah dan Dampak Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat beberapa saat lalu.

Disampaikannya dengan suasana pandemi Covid 19 mulai dari unsur pemerintah serta masyarakat telah melakukan berbagai upaya yang betujuan untuk mengantisipasi dampak covid ini.

Nasrul Abit Indra Catri

“Khusus dalam bidang riset diharapkan adanya andil perguruan tinggi sehingga dengan adanya inovasi serta aplikasi lain dapat memberikan jalan keluar dalam mengatasi covid,” sambungnya dilansir dari Halaman Unand.ac.id, Selasa (2/6).

Dikatakannya Universitas Andalas telah melakukan langkah-langkah yang maksimal dalam menanggulangi wabah covid, diantaranya menyediakan labor biomedik menjadikan tempat untuk memeriksa sampel yang diduga terkena covid.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas Dr.-Ing. Ir. Uyung Gatot S. Dinata, mengatakan webinar ini Mengusung tema “ Bisakah Berbisnis Aman dari Covid-19 di wilayah Sumbar”

“Dalam webinar ini dimunculkan kajian – kajian untuk menjawab persoalan yang dihadapi saat pandemi, dan upaya yang dilakukan agar aktifitas tetap berjalan serta minim dampak covid-19,” ujarnya.

Ditambahkannya, ada beberapa sektor yang dikaji pada webinar tersebut seperti sektor kesehatan, sub sektor transportasi, ekonomi, sosial dan budaya.

Menurutnya, pandemi covid ini tidak hanya berdampak pada kesehatan tapi juga pada perekonomian dan  aktifitas msyarakat khususnya di Sumatera Barat.

“Kita tidak tahu kapan pandemi bakal berakhir, yang terpenting kita perlu memanfaatkan sumberdaya yang ada di tengah wabah ini seefisien mungkin” lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa dalam memasuki tahap new normal seluruh masyarakat harus bijak dalam berinteraksi, mampu beradaptasi, membudayakan pola hidup bersih dan sehat.

Ia juga mengungkapkan seluruh stakeholder harus terlibat baik pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk berkomitmen menghadapi permasalahan di masa pandemi ini.

Dengan demikian kehidupan ekonomi rakyat diharapkan kembali berjalan menyesuaikan aktifitas bisnis terhadap risiko penularan wabah Covid-19. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top