Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Rekreasi Perantau Pulang dan Nikmati Keindahan Lembah Harau, Istana Pagaruyung dan Kota Padang

Dibaca : 611

Maninjau, Prokabar — Zulprayitno, Ketua Hikasba (Himpunan Keluarga Sungai Batang) salah satu kelompok perantau bersama Angku Farhan Mu’in Dt. Bagindo, dr. Syahnidar (dr. Neneng), Khatik Fakhri Rahman dan 30 orang lainnya sengaja pulang ke kampung halaman, awal bulan November 2020 lalu. Selama satu minggu, mereka berkesempatan melepas rindu terhadap tanah kelahiran yang mereka cintai.

Usai menyempatkan diri melihat Puncak Lawang dengan hamparan Danau Maninjau, Zulprayitno dan anggota Hikasba lainnya menjalani pertemuan dengan sekelompok pemuda aktif. Menghimpun perwakilan seluruh pemuda setiap jorong se-Nagari Sungai Batang. Pertemuan berlangsung Di Rumah Kelahiran Buya Hamka.

Segala inspirasi dan harapan saling tertuang satu sama lain. Dan berharap menyatukan visi dan misi, melangkah maju untuk masa akan datang. “Melalui lahirnya Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya, membantu kami dalam pergerakan membangkit batang terendam di kampung halaman ini. Kami berharap seluruh pemuda terangkul untuk bersatu memajukan Kampung Buya Hamka,” ungkap Zulprayitno didampingi Angku Farhan Mu’in Dt. Bagindo, dr. Syahnidar (dr. Neneng), Khatik Fakhri Rahman kepada Prokabar.com beberapa waktu lalu.

Perantau yang bersatu dalam wadah Hikasba itu pun mengikuti langsung pengangkatan gelar 3 orang Penghulu Suku Tanjung 8 Payung. Terlaksana di Rumah Gadang Suku Tanjung di Jorong Nagari.

“Pelaksanaan kegiatan tidak lepas sumbangsih perantau, sehingga prosesi sakral Datuk Panghulu Suku Tanjung ini berjalan dengan baik. Dukungan baik moril, materil dan support lainnya, meringankan masyarakat di kampung halaman,” terangnya.

Selepas helat itu, Hikasba yang pulang kampung dengan mencater Bus Pariwisata dari Jakarta, tidak menyianyiakan kesempatan emas untuk rekreasi ke sejumlah destinasi utama Sumatera Barat. Perjalanan pertama menuju Lembah Harau Payakumbuh dan Istana Basa Pagaruyung di Batusangkar.

“Di Lembah Harau, kami menikmati sejumlah air terjun dengan bukit cadas yang telah masuk salah satu Geopark di Sumatera Barat. Puas di sana, perjalanan berlanjut ke Istano Rajo Basa Pagaruyung di Batusangkar. Dan kepuasan menikmati keindahan Simbolik Keminangkabauan ini, memperdalam kecintaan budaya bangsa,” tuturnya.

Di Istano Rajo Basa Pagaruyung, Zulprayitno bersama Angku Farhan Mu’in Dt. Bagindo, dr. Syahnidar (dr. Neneng), Khatik Fakhri Rahman dan lainnya, berkesempatan berfoto ria menggunakan baju Khas Datuak dan Marapulai. Di usia tak lagi muda, memberikan kenangan masa muda dan keceriaan diusia senja.

“Kami sungguh menikmati kebanggaan budaya yang kami cintai ini. Rasa rindu selama perantauan terpuaskan dengan perjalanan ini,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, perjalanan rekreasi kedua dilanjutkan dua hari kemudian. Setelah puas mengikuti pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat, perjalanan menikmati keindahan Kota Padang berlanjut.

“Sudah lama pula kami tidak menikmati Kota Padang sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Barat ini. Terkenal legenda Malin Kundang dan Siti Nurbaya. Meski demikian, sasaran yang kami tuju adalah Rumah Makan Lagan di Lubuk Minturun, melintasi Kota Lama Pondok Cina dan Klenteng, Jembatan Siti Nurbaya dan singgah di Pulau Karam menikmati Es Durian. Persinggahan terakhir kami sholat berjemaah di Masjid Raya Sumatera Barat. Dan sungguh indah dan megahnya. Simbolik Minangkabau terpancar dalam bangunan itu,” jelasnya.

Hendak pulang kembali ke Kampung Sungai Batang, rombongan Hikasba juga berkesempatan singgah ke Masjid Agung Syekh Burhanuddin di Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman. “Terasa tenang dan sejuk dalam kemegahan Masjid dari jamaah Syatarriah, dibawa Ulama Besar Penyebar Islam tersukses di Ranah Minang,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top