Refrizal : Dorong Segera Sahkan RUU Kewirausahaan Nasional

Penulis -

Rabu, 13 Maret 2019 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar –  Politisi senior asal Partai Keadilan Sejahtera, sekaligus koordinator pengusul RUU Kewirausahaan Nasional, H. Refrizal menyatakan bahwa pengesahan RUU Kewirausahaan Nasional adalah salah satu jawaban dari peliknya masalah lapangan kerja dan kemiskinan di Indonesia.

“Saat ini RUU Kewirausahaan Nasional sudah dibahas di tim perumus dan tim sinkronisasi, Seharusnya tidak lama lagi RUU ini dapat disahkan. Daripada pemerintah Jokowi sibuk buat janji kartu prakerja lebih baik pemerintah bersama DPR fokus selesaikan RUU ini” jelas Refrizal

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Seperti diketahui, dalam janji kampanyenya Capres Nomor Urut 01 Jokowi mengatakan akan mengeluarkan 3 kartu untuk masyarakat, yaitu kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Sembako Murah dan Kartu Prakerja.

Politisi asal Sumatera Barat ini mengkritik pemerintahan Jokowi yang dinilai tidak berhasil dalam 4 tahun pemerintahannya.

“Bukti ketidakberhasilan pemerintahan Jokowi adalah terbitnya janji kartu-kartu baru. Penerbitan kartu dengan tujuan tertentu dapat dimaknai adanya fungsi pemerintah yang tidak berjalan sebagaimana mestinya” ujar Anggota DPR Komisi XI ini.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Lebih lanjut, Refrizal menyampaikan bahwa jika pembangunan berhasil, maka lapangan kerja tercipta dan daya beli masyarakat ada sehingga tidak perlu kartu-kartu baru yang malah akan membebani APBN. Selain itu, ketua Umum PKDP (Persatuan Keluarga daerah Piaman) ini juga menyoroti bentuk bantuan yang cenderung seperti Bansos.

“Bentuk subsidi dalam kartu ini mirip Bansos. Dalam jangka pendek bagus, angka kemiskinan bisa turun tapi kita harus melihat persoalan dalam jangka panjang. Turunnya angka kemiskinan dengan instrumen seperti Bansos tidak menyelesaikan persoalan. Sehingga begitu bantuan dicabut, daya beli kembali menurun” ujar politisi asal Sumatera Barat ini.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Daripada pemerintah ribut mau menerbitkan kartu-kartu, lebih baik dananya bila memang ada, diberikan ke sektor UMKM sehingga bisa menstimulus penciptaan lapangan kerja” tutup Refrizal.(rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB