Realita Dunia Kerja di Indonesia

Penulis -

Rabu, 30 April 2025 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Diva Rizki Arianti

Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang

Capek-capek nyelesai-in pendidikan S1,S2,S3  ujung-ujungya malah pengangguran, ini sebenarnya kita yang salah atau negaranya sih? Indonesia banyak melahirkan generasi yang unggul tapi lowongan kerjanya saja yang tidak mencukupi, ditambah dengan persyaratan yang dibutuhkan  harus lengkap dan spesifik.

Salah satu yang lagi rame di internet ialah permasalahan tinggi badan untuk melamar ke suatu instansi (PT KAI), jika di telusuri lebih dalam lagi apakah tinggi badan sepenting itu dalam melamar pekerjaan? Apakah yang pendek tidak berhak untuk mendapat pekerjaan?, walaupun pada kenyataanya di Indonesia tinggi badan merupakan salah satu kriteria yang wajib dipenuhi.

Tinggi badan merupakan salah satu faktor pendukung untuk memenuhi  persyaratan masuk ke suatu instansi kerja, sebagaimana terdapat dalam SUMBARZONEWS FOLKVOICE  (kamis, 17/04/2025), terlihat bahwa di PT KAI pelamar harus melewati batas tinggi badan dengan benang yang sudah ditetapkan, apabila melewati batas benang maka pelamar berhak lanjut ketahap berikutnya dan apabila pelamar tidak mecapai batas benang maka saat itu juga dinyatakan gugur dan tidak berhak lanjut ketahap berikutnya, kejam bukan? tapi mau gimana lagi  inilah hukum yang berlaku di Indonesia kita ini. hal ini banyak mendapat komentar negatif dari para netizen, salah satunya “ Emang Tinggi-Tinggi Buat Apa Sih?”

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Akan tetapi tinggi badan tidak menjadi tolak ukur kesuksesan seseorang, yang kita butuhkan hanya keahlian yang mendalam, walaupun kebanyakan instansi melihat dari tinggi badan, namun masih ada  instansi yang tidak memerlukan tinggi badan sebagai persyaratan. Apabila di lihat dari sisi positifnya suatu instansi pasti memiliki alasan tersendiri kenapa mencantumkan tinggi badan sebagai persyaratanya, mungkin saja pelamar yang memiliki tinggi badan yang sesuai kriteria lebih menonjol atau lebih memiliki sifat kepemimpinan.

Ternyata dunia kerja itu tidak seindah yang di bayangkan, mungkin kita hanya membayangkan yang indahnya saja yaitu kerja, pulang, dan menunggu untuk menerima gaji. Tidak heran kenapa banyak sekali orang-orang di Indonesia yang pengangguran, karena negaranya saja mempersulit persyaratan untuk masuk ke dunia kerja dan kita tidak tau seperti apa mereka menilai kita, apakah hanya dengan tinggi badan saja atau dengan yang lainnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Di Indonesia tidak hanya masalah tinggi badan yang menjadi penghalang untuk masuk ke dunia kerja, ada juga suatu instansi yang membuka lowongan dengan mencantumkan kualifikasi yang sangat luar biasa tapi tidak sebanding dengan gaji yang diberikan, hal ini juga merupakan masalah yang banyak dijumpai di Indonesia saat ini. Namun kebanyakan para pelamar mengajukan diri walaupun dengan gaji yang sedikit dan mereka berfikir dari pada tidak mendapat pekerjaan sama sekali  dan ini sudah menjadi tuntutan jika tidak mendapat pekerjaan mau makan apa? dunia ini keras untuk orang yang pengangguran.

Tidak masuk akal jika suatu instasi membutuhkan tamatan S1,S2,S3 yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing tapi hanya memberi gaji dibawah UMR. Menurut saya ini merupakan strategi dunia kerja dan instansi tidak mau rugi akan hal itu, mereka memanfaatkan keadaan seperti ini untuk mengambil keuntungan.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Badan Pusat Statistik (BPS – Statistics Indonesia), mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 5,10% yang dimana pada tahun 2024 Presiden Jokowi Dodo menargetkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia dapat di tekan menjadi 4,5%. Jika dilihat dari jenis kelaminnya, Perempuan menyumbang paling banyak pengangguran yang mencapai 4,92% dibandingkan dengan Laki- laki yang mencapai 4,90%.

Dari permasalahan di atas, dunia kerja di Indonesia memang serumit itu dan kita dituntut untuk sempurna dari segala hal, kita hanya perlu berkaca dan menanyakan kepada diri kita sendiri apakah kita pantas ada di posisi sekarang yang takut akan dunia kerja atau hanya berdiam diri saja seperti katak di dalam tempurung yang tidak mau tahu tentang dunia ini? kesuksesan tidak sepenuhnya diukur dari seberapa tinggi badan kita, seberapa tinggi pendidikan kita, namun kesuksean itu milik dia yang mau berusaha dan bermanfaat bagi banyak orang.

Penulis : Opini

Editor : Nofal Wiska

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB