RDP DPRD Padang, Hendri Septa : Jika tak Berhasil, Dilaksanakan PSBB Jilid 2

Penulis -

Jumat, 1 Mei 2020 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Usai menggelar paripurna tutup buka masa sidang, DPRD Kota Padang menggelar rapat dengar pendapat bersama tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Padang terkait perkembangan penanganan wabah Covid-19 di Kota Padang, Kamis (30/4). Rapat itu sendiri berlangsung dari pukul 20.30 hingga berakhir pukul 02.00 dini hari.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani, dan dihadiri oleh Wakil Walikota Padang Hendri Septa, Sekretaris DPRD Kota Padang Hendrizal Azhar serta tim gugus tugas Covid-19 Kota Padang dan 25 orang anggota DPRD.

Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani menjelaskan bahwa DPRD sengaja mengundang tim Gugus Tugas rapat kerja malam ini untuk mengetahui apa yang akan dilakukan tim Gugus Tugas penanggulangan Covid-19 dalam usaha memerangi Covid-19 di Kota Padang.

“Pada saat ini kita berada dibelakang Covid-19. Untuk menanggulangi Covid-19, kita harus berada didepan sehingga kita bisa menanggulangi Covid ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Wakil Walikota Padang Hendri Septa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas sokongan dan dukungan DPRD dalam mensosialisasikan PSBB ditengah-tengah masyarakat Kota Padang.

“PSBB yang berlangsung di Kota Padang harus dimaksimalkan dan berhasil. Jika tidak berhasil, maka akan dilaksakan PSBB jilid 2 yang tentu sangat membahayakan perekonomian kota,” ucapnya.

Mengenai pengucuran bantuan kepada masyarakat, Hendri Septa menjelaskan bahwa pemko Padang telah mengalokasikan dana yang bersumber dari APBD untuk diberikan kepada masyarakat.

“Kita siap dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat, yang menjadi kendala adalah data yang dikirim ke pusat belum maksimal diterima pusat. Kita akan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang tidak dibantu oleh pusat, dan provinsi,” ucapnya.

Kadis Sosial Kota Padang, Afriadi dalam paparannya di hadapan DPRD menjelaskan permasalahan bansos tunai penanganan covid-19 di Kota Padang disebabkan tiga surat yang diterima dari Gubernur Sumbar sangat membingungkan petugas dilapangan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Sebelumnya Gubernur mengelurkan surat No.500/252/Perek-Sarana/2020 dalam bentuk sembako beras dengan perhitungan 15% dari DTKS x 5 jiwa, dan diberikan beras 9 kg per jiwa. Kemudian keluar lagi surat Gubernur no. 500/264/Perek-Sarana/2020 yang menyatakan BLT dengan uang Rp.200.000. Selanjutnya keluar surat Gubernur No. 500/271/Perek-Sarana/2020 yang menjelaskan BLT Sumbaf menjadi 600.000/KK. Karena seringnya perubahan itu, cukup merepotkan dinsos Padang,” ucapnya.

Afriadi menjelaskan juga bahwa Kementrian Sosial RI telah mengeluarkan data Peneriaman BLT dengan jumlah 26.659 tanpa finalisaasi dari Dinas Sosial Kota Padang.

“Kami mengirimkan data ke Kementrian berjumlah 28.594 KK, tetapi yang diakui hanya 26.659 KK. Seandainya BAST itu kami tanda tangani, berarti Kepala Dinas Sosial Kota Padang bertanggung jawab dengan data yang telah disediakan oleh Kementrian Sosial tanpa melalui verifikasi dan validasi usulan Dinas Sosial Kota Padang dengan jumalah 28.894 KK,” tegasnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kadis Kesehatan Kota Padang, dr.Ferimulyani Hamid, M.Biomed menjelaskan bahwa kenaikan jumlah pasien Covid-19 di Kota Padang disebabkan oleh keterbatasan ketersedian Reagen yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Padang. Reagen diketahui merupakan cairan untuk menguji tes Covid-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Sebelumnya keterbatasan kita dalam pemeriksaan swap pasien ada di laboratorium yang tidak memiliki Reagen. Tetapi pada saat ini barangnya telah ada, dan peningkatan jumlah disebabkan akumulasi dari semua hasil swap Ketika telah ada Reagen,” ucapnya.

Selanjutnya Ferimulyani meminta masyakarat Kota Padang mematuhi aturan dari pemerintah untuk melakukan social distancing, dan memakai masker serta mencuci tangan secara teratur.

“Jika 2 minggu saja warga Kota Padang konsisten dalam hal melakukan social distancing, dan memakai masker serta mencuci tangan, maka covid akan dapat di atasi di Kota Padang,” tegasnya. (mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB