Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Rawat Adik Berkebutuhan Khusus, Riri Menyimpan Asa Ingin Bersekolah Kembali

Dibaca : 273

Oleh : Rudi Yudhistira

 

Sungai Batang, Prokabar — Kisah ini berasal dari Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Riri (18) harus menanggung beban sebagai kakak untuk merawat adiknya Aditya (15), mengalami cacat mental dan fisik.

Akibatnya, ia harus putus sekolah dan hingga saat ini tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Petaka itu berawal kepergian sang ibu, meninggalkan Ayah beserta 2 orang adik laki-lakinya.

“Ibu pergi dan entah kemana. Saya harus merawat adik dan tidak bisa sekolah lagi,” tutur Riri disertai linangan air mata tak terbendung mengungkapkan curahan hati selama ini terpendam dalam.

Riri anak pertama dari Fajri (46) dan memiliki 2 orang adik laki-laki. Adik dibawahnya, bernama Aditya mengalami step dan lemah. Ia harus inten merawan dan menjaga adiknya tersebut.

Bila ditinggal sendiri, maka sang adik akan berbuat tidak karuan dan bahkan membahayakan diri sendiri. Sedangkan si bungsu bernama Farel (11), berhasil bertahan menjalani pendidikannya.

“Saya sangat berharap bisa menjalani kehidupan bersekolah dan sukses seperti kebanyakan orang. Tapi apa daya, saya harus menjaga dan merawat Adit,” Ungkap Riri sambil menangis.

Walinagari Sungai Batang, Jhon Hendra mengatakan keluarga kecil Riri salah satu dari 200 KK miskin yang ada di Sungai Batang. “Jumlah penduduk mencapai 6 ribu jiwa dan keluarga Riri ini salah satu rumah tangga yang mengalami masalah tersulit,” kata Jhon Hendra.

Kami sangat berharap lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Agam, Khususnya Dinas Pendidikan dan stakeholder lainnya, dapat memberikan solusi. “Kami akan mencoba lagi untuk menghubungi pihak terkait tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Dodi bersama Hendra, Amil Pelaksana Teknis Baznas Kabupaten Agam mengungkapkan informasi tersebut menjadi studi kasus paling menarik untuk dituntaskan. “Kondisi Riri sangat memprihatinkan. Putus sekolah akibat merawat dan menjaga adik kandungnya Aditya menderita penyakit kelainan,” terang Dodi.

Ayahnya Fajri cukup gigih dan masih kuat untuk bekerja mencukupi kebutuhan harian anak-anak mereka. “Hanya saja persoalan ini berbeda. Aditya dan Riri membutuhkan penanganan khusus pada semua pihak. Ini harus segera kita carikan solusinya, terutama berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Agam dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat,” terangnya lagi.

Akan tetapi, laporan harus diajukan Walinagari, Kecamatan dan sampai ke Pemerintah Daerah. “Untuk semetara, kami akan memberikan program pemberdayaan atau bantuan konsumtif, bila memang dibutuhkan keluarga kecil ini,” tutup Dodi.


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top