Tanjung Raya, Prokabar — Puluhan Ton Ikan Petani Keramba di Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Rabu (5/1). Bencana terhadap puluhan petani keramba tersebut disebabkan naiknya tubo belerang dari dasar Danau Maninjau sehingga meracuni ikan yang berada di atas permukaan.
“Benar, telah terjadi bencana ratusan ton ikan keramba jaring apung mati di Linggai, Nagari Duo Koto. Kejadian sesungguhnya sudah mulai sejak dua hari lalu. Namun puncak ikan merambah mati, hari ini,” ungkap Camat Tanjung Raya, Handria Asmi kepada Prokabar.com yang melihat langsung kelapangan, Rabu (5/1).
Menurutnya, pemicu bencana tersebut adalah angin kencang dari arah timur ke arah barat. “Masyarakat Danau Maninjau biasa menyebutnya angin darek. Salah satu angin paling ditakuti petani keramba, karena menggoncang riak air danau dan membuat tubo belerang naik ke permukaan,” terangnya.
Sementara itu, Itra Sanjaya (46), Petani Keramba menyebutkan 7 petak keramba yang dikelolannya menjadi korban bencana alam tersebut. Dan dari 7 petak itu terdapat 12 ton ikan yang mati karena tubo belerang. “Kami mengalami kerugian mencapai Rp400 juta rupiah,” pungkasnya. (rud)
















