Ratusan Muslim Di Padang Gelar Longmarch, Ada Apa?

Penulis -

Minggu, 30 Desember 2018 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Dipenghujung tahun, Ratusan umat Muslim di Kota Padang mengelar aksi longmarch dari Masjid Nurul Iman menuju Kantor Gubernur Sumatra Barat, Minggu (30/12).

Ratusan orang yang tergabung dari berbagai organisasi masyarakat ini mengawali aksi dengan gerakan shalat subuh berjamaah.

Ketua Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) Irfianda Abidin mengungkapkan, aksi ini menyuarakan dua hal: pembelaan terhadap umat Muslim Uighur di Cina dan desakan bagi pemda untuk menutup tempat-tempat hiburan malam di Padang.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Aksi hari ini mencoba menyampaikan pesan kepada masyarakat Sumatra Barat dan Pemda untuk menutup ruang bagi kemaksiatan di Sumbar, khususnya Kota Padang.” terangnya.

Lebih lanjut ia menilai banyaknya bencana alam yang melanda Indonesia akhir-akhir ini menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, bukan malah memberi kesempatan maksiat.

“Aksi kami ini memberi rekomendasi Wali Kota Padang dan Gubernur untuk menutup tempat maksiat. Gubernur dan Wagub bahkan sudah memberi restu atas aksi kami ini,” jelas Irfianda.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Tempat maksiat yang dimaksud Irfianda adalah tempat hiburan malam yang dipandang makin menjamur di Kota Padang. Pihaknya juga mensinyalir bahwa sebagian besar tempat hiburan malam di Kota Padang menyelewangkan izin yang telah didapat. Artinya, mau berizin atau tidak, pemerintah diminta menutup semua celah maksiat.

“Kalau pemimpin tak bisa menutup, kita yang tutup sendiri namun dengan jalan legal. Ada caranya. Toh aturan Allah jauh lebih tinggi. Kita ingatkan pemimpin dan suadara kita. Kita ingin back up dan kuatkan pemimpin kita,” kata Irfianda.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Irfianda menegaskan, pihaknya akan mengawal pemerintah dalam menertibkan tempat hiburan malam di Padang. Bila dalam dua pekan ke depan Pemda tidak menunjukkan ketegasan sikap terhadap pengusaha hiburan malam, maka umat Muslim akan kembali melakukan aksi lanjutkan. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB