Bukittinggi, Prokabar – Ratusan mahasiswa berbagai fakultas UIN Syech Djamil Djambek Bukittinggi menggelar aksi unjuk rasa di kampus mereka, Kamis (8/6) siang. Mahasiswa menilai kebijakan yang dikeluarkan kampus merugikan mahasiswa.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, mahasiswa mengkritik beberapa kebijakan seperti sulitnya perizinan menggunakan fasilitas kampus, kewajiban pemindahan faskes ke klinik kampus, kurangnya tenaga pendidik dan kurikulum kampus yang tidak berkesinambungan.
“Hari ini kita berkumpul untuk mengkritik dan mempertanyakan kampus yang tidak rasional, kebijakan yang ujungnya adalah bisnis kampus dan tentu saja kebijakan yang merugikan mahasiswa,” teriak salah satu orator pada saat aksi.
Mahasiswa juga menuntut rektor dan pimpinan kampus untuk menemui mahasiswa, namun hal tersebut tidak direspon.
Akibatnya sempat terjadi aksi bakar bakaran di depan rektorat kampus UIN tersebut.
“Sebenarnya kita sudah berulang kali untuk meminta dialog dengan rektor, namun tidak pernah terlaksana, karena berbagai alasan, hari ini mahasiswa berkumpul dan berunjuk rasa sebagai puncak kekecewaan atas kebijakan kampus,” kata Presiden Mahasiswa, Zaki di depan peserta aksi.
Akibat aksi mahasiwa tersebut, membuat proses perkuliahan terganggu, karena hampir seluruh mahasiswa di berbagai fakultas ikut dalam aksi unjuk rasa ini.(laf)
















