Ratusan Hektar Tanaman Padi di Tanah Datar Terancam Kekeringan

Penulis -

Rabu, 30 Maret 2022 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Ratusan hektar lahan pertanian warga di tanah datar terancam gagal panen. Hal ini disebabkan kekeringan yang melanda daerah itu sejak satu bulan terakhir.

Lahan pertanian milik warga di kecamatan rambatan dan lima kaum kini mulai menguning akibat tidak mendapatkan pasokan air. Selain itu, tanah sawah pun menjadi retak retak akibat tidak adanya pasokan air yang mencukupi.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

” kendala kita kini tidak ada air. Untuk mendapat air kita harus ke atas (sumber air). Itu kita perginya ada beberapa orang,” kata Amril, petani di Jorong Balai Labuah Ateh, Nagari Lima Kaum.

Agar padi tidak mati kata Amril, petani kini harus bergantian mengairi dan menjaga sawah mereka.

” harus dijaga (air), kalau tidak dijaga nanti diambil pula sama yang lain,” lanjutnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Hal senada juga diungkapkan Daniel, petani di Jorong Balai Batu, Nagari Lima Kaum. Akibat kekeringan, ia harus mencari air hingga larut malam dan juga berbagi air dengan petani lainnya.

” kalau mendapatkan air susah. Kita gantian sama yang lebih dulu mendapatkan air. Itu 3 jam diairi, petani lain sudah minta. Air yang mengalir cuma sebesar kota rokok,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Daniel mengaku, jika kondisi ini dibiarkan berlarut larut, dikhawatirkan sebagian besar petani akan mengalami gagal panen.

” liat sawahnya sudah retak, dapat air sedikit sudah diminta sama yang lain,” ungkapnya sambil menunjuk sawah miliknya yang memang telah mulai retak.

Saat ini, petani didua kecamatan tersebut sangat berharap turunnya hujan, agar tanaman padi tidak mati. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB