Ratusan Bunga Bangkai Tumbuh di Kebun Durian Warga Agam

Penulis -

Jumat, 6 Desember 2019 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lubukbasung, Prokabar – Ratusan vegetatif bunga bangkai jenis Amorphophallus titanium dan jenis Amorphophallus paeonnipolius tumbuh diantara kebun durian milik warga Puduang, Jorong Belo-belo, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Pemilik kebun durian Nurhayalianis (70) di Lubukbasung, Jumat, mengatakan ratusan vegetatif bunga bangkai itu tumbuh di sela-sela pohon di lahan seluas empat hektare .

“Bunga itu banyak tumbuh di lahan saya dan ada yang sudah mekar,” katanya.

Ia mengatakan, bunga itu tumbuh semenjak beberapa tahun lalu. Selama ini dirinya tidak mengetahui tumbuhan tersebut langka dan dilindungi, sehingga bunga itu dibiarkan begitu saja.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Mengetahui bunga tersebut langka dan dilindingi, ia mengaku akan memelihara dan menjaganya sampai mekar sempurna.

“Saya akan menjaga dan merawat bunga sampai mekar, sehingga banyak warga melihat ke sini,” katanya.

Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra mengatakan BKSDA akan bekerjasama dengan pemilik lahan untuk melakukan upaya konservasi dalam rangka menjaga keberadaan dan kelestariannya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

BKSDA akan memasang papan informasi tentang identitas jenis tumbuhan, status konservasinya dan imbauan berisi larangan untuk tidak merusak, karena bunga tersebut dilindungi Undang-undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Bunga ini merupakan tumbuhan langka dan dilindungi Udang-undang. Diperkirakan vegetatif ini mekar satu tahun lagi dan jika nanti menjadi vase mekar sempurna akan menjadi pemandangan menarik,” katanya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ia mengakui, temuan ini merupakan kejadian unik karena vegetatif ini tumbuh subur di antara tanaman durian, pinang, kulit manis dan lainnya.

Selain itu, di hamparan seluas empat hektare ditemukan ratusan vegetatif bunga bangkai menyerupai seperti taman bunga.

“Secara pribadi, kondisi ini merupakan yang pertama saya temui selama menjalankan tugas. Di sekitar lahan durian juga ditemukan knop bunga raflesia,” katanya. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB