Jakarta, Prokabar – Lahir di Yogyakarta 28 tahun yang lalu, penggila jalan-jalan, seniman, penulis lagu, dan sosok berpengaruh, Teddy Adhitya terus melanjutkan perjalanan hidupnya sebagai penyanyi.
Sukses merilis debut album “Nothing is Real” di tahun 2017, single-single seperti “In Your Wonderland” dan “Let Me” yang dirilis pada tahun 2016 terus berkumandang. Dua singlenya inilah yang membawa Teddy Adhitya menjadi sorotan sebagai Pendatang Baru Terbaik dalam ajang AMI Awards 2017 lalu.
Selain itu, karya Teddy Adhitya juga diapresiasi dengan masuk ke dalam nominasi Breakthrough Artist of The Year dalam penghargaan NET 4.0 dan di tahun 2018 ini. Teddy masuk ke dalam nominasi Male Singer of The Year dalam ajang Indonesian Choice Awards NET 5.0.
Teddy Adhitya pun turut andil dalam single Maudy Ayunda bertajuk “We Don’t (Still Water). Di tahun 2018 Teddy ikut sebagai produser di lagu “Dekap” untuk Yura Yunita. Setelah merilis “In Your Wonderland”, “Let Me”, “Nothing is Real”, “Won’t Hurt You Tonight” dan “Healer”, “Why Would I Be”, “Why Would I Be – Live Studio Session” teruntuk pendengarnya. Kini Teddy ingin mengajak para pendengar nya menyelam lebih dalam lagi ke lagu-lagu baru dalam album “Question Mark ?” ini.
Album ini direkam bukan di studio rekaman seperti biasanya. Semenjak dari tahun 2017, Teddy Adhitya beserta tim TED RECORDS sudah mulai merekam materi album “Question Mark (?)” di berbagai tempat.
Dari 2017 sampai 2019, merupakan proses yang lumayan panjang untuk sebuah album. Singaraja, Maribaya dan Tabanan, merupakan pilihan yang dipilih oleh semesta untuk membuat semua materi di album ini.
Didukung peralatan studio yang dibawa sendiri dan mengkombinasikan dengan suara-suara alam di sekelilingnya. Dalam album ini, Teddy Adhitya dibantu oleh musisi Kenny Gabriel sebagai Co-Producer.
“Dalam hidup ini, setiap kita akan melakukan segala sesuatu, akan diawali dengan pertanyaan. Saat kita baru bangun tidur, hal pertama yang akan muncul di pikiran kita adalah pertanyaan,” tulis Teddy dalam siaran persnya.
“Begitu juga untuk proses seseorang, album ini merangkum perjalanan-perjalanan hampir setiap individu, mulai dari pertanyaan awal, ‘Aku jadi apa nanti?’ dan lain lain. Melalui proses sedih, kosong, depresi, jatuh, bangkit, kembali bertanya, dan menemukan jawabannya,” tambahnya lagi. (beb)
















