Opini

Ramadhan Menyapa Beijing

OlehAdia Putra Wirman

Mahasiswa S3 Kimia, Beijing University of Chemical Technology (BUCT)

Beijing merupakan salah satu kota besar di Tiongkok selain Shanghai, Tianjin, dan Guangzhou. Kota yang berpenduduk lebih kurang 21.150.00 jiwa ini (sensus 2013) terletak dekat Teluk Bohai, barat laut Tiongkok. Beijing merupakan kota paling utama di Tiongkok, menjadi pusat politik negara dan budaya selama lebih kurang delapan abad yang lalu. Sebagai catatan, sedikit kota didunia yang telah menjadi pusat politik, budaya dalam kurun waktu yang sangat lama dari daerah yang begitu luas seperti Tiongkok (Ecyclopedia Britania).

Beijing dengan sejarah panjangnya menyimpan banyak cerita masa lalu yang masih dapat kita saksikan saat ini berupa peninggalan tempat bersejarah yang telah menjadi destinasi wisata. Setiap orang yang berkunjung ke Beijing tentunya tidak akan melewatkan mengunjungi lokasi wisata seperti greatwall (tembok china), forbidden city, temple of heaven, summer palace, Beijing zoo, nest stadium (olimpic park) dan lain sebagainya.

Selain sebagai kota wista, Beijing merupakan salah satu kota tujuan para pelajar untuk menimba ilmu di negeri Tirai Bambu ini. Beberapa universitas menjadi tujuan pelajar diseluruh dunia termasuk pelajar dari Indonesia antara lain Tsinghua University, Peking University, Beijing Normal University, Beihang University dan Beijing University of chemical technology.

Banyak pelajar yang datang ke Beijing dari berbagai negara termasuk negara berpenduduk muslim seperti Senegal, Aljazair, Sudan, Saudi Arabia, Pakistan, Malaysia, dan tentunya Indonesia.

Hal yang paling dikhawatirkan oleh mahasiswa muslim yang tinggal disuatu kota dengan jumlah muslim minoritas adalah tentang ketersediaan fasilitas ibadah dan makanan halal.

Di Bejing ada sekitar lebih kurang 70 masjid diataranya masjid Nujie, Madian, Haidian, Dongzhimen dan lain sebagainya. Untuk mencapai masjid tidaklah begitu sulit, biasanya sekitar 15 menit dari kampus dengan menggunakan bus atau subway.

Untuk makanan halal, pada umumnya kampus menyediakan kantin halal bagi pelajar muslim, sehingga memudahkan pelajar untuk mendapatkan makanan halal. Sementara untuk restoran halal sangat mudah untuk dijumpai di kota ini, biasanya restoran halal akan dapat kita temui 300-500 meter dari kampus.

Bagi pelajar yang ingin memasak makanan sendiri di asrama juga bisa membeli daging ayam dan sapi dengan berlabel halal di pasar terdekat dari kampus.

Ada beberapa organisasi keIslaman yang terdapat di Bejing yang dipelopori oleh pelajar diantaranya Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Tiongkok (PCIMT), Pimpinan Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama Tiongkok (PCINUT) dan Lingkaran Pengajian Beijing (LPB). Lembaga-lembaga tersebut mewadahi Umat Islam di Beijing dalam melakukan kegiatan keagamaan berupa pengajian, pelatihan dan seminar tentang Islam, ilmu IPTEK serta berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan Ramadhan 1440 H.

Tahun ini Ramadhan jatuh pada hari Senin 16 mei 2019 M, bertepatan dengan musim panas di Beijing. Ramadhan yang jatuh pada saat musim panas, akan terasa agak lebih berat karena menahan lapar dan dahaga selama lebih kurang 16 jam, waktu subuh di Beijing dimulai sekitar jam 03.15 dan waktu magrib/berbuka pada jam 19.35 waktu CST. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi warga negara Indonesia yang berpuasa di kota ini.

Seperti tahun sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) memfasilitasi masyarakat Muslim Indonesia di Beijing dengan mengadakan kegiatan berbuka puasa, shalat magrib, isya dan tarawih berjamah di aula KBRI. Sebagian besar peserta kegiatan Ramadhan di KBRI ini diikuti oleh mahasiswa dan pelajar. Namun tidak semua mahasiswa dan pelajar dapat melaksanakan buka puasa dan shalat berjamaah di KBRI yang disebabkan oleh aturan sekolah, kampus, atau supervisor yang mewajibkan untuk hadir di kelas atau di laboratorium.

Kegiatan ini diadakan selama bulan Ramadhan untuk menambah pengetahuan tentang keIslaman. KBRI juga bekerjasama dengan Dompet Duafa dengan mengirimkan penceramah (dai) yang pada tahun ini diwakili oleh Ustadz Taufiq Setyaudin Mahmud, M.A atau dikenal dengan nama Ustadz Taufik.

Dompet Duafa juga memfasilitasi bagi warga negara Indonesia yang akan membayarkan infaq, sadakah dan zakat. Kegiatan buka puasa di KBRI Beijing, telah mengobati kerinduan warga negara Indonesia terhadap masakan tanah air seperti, nasi Padang, soto Betawi, sop ceker ayam, sayur asem dan makanan ringan lainnya yang mungkin jarang ditermui oleh masyarakat Indonesia di Beijing.

Jamaah yang hadir merupakan warga negara Indonesia yang bekerja di Beijing, mahasiswa dan pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu disekolah dan universitas yang ada di kota ini.

Pihak KBRI sendiri memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Ramadhan ini, setiap hari Jumat selalu diadakan buka puasa bersama besar yang biasanya dihadiri lebih banyak jamaah terdiri dari warga negara Indonesia berbagai profesi seperti pekerja professional, mahasiswa, pelajar, serta staf KBRI.

Pada hari minggu 12 Mei 2019, Bapak Djauhari Oratmangun selaku Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Inner Mongolia telah mengundang seluruh masyarakat Indonesia yang ada di Beijing dalam rangka kegiatan buka puasa bersama sekaligus pembubaran kepanitiaan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (PPSLN) oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Pemilu Presiden/Wakil Presiden dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia 2019.

Tidak terasa sudah menjelang akhir Ramadhan, Asosiasi Muslim China di Beijing telah memutuskan tanggal 1 Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019. Dua hari lagi, warga negara Indonesia di Beijing akan mengakhiri puasa Ramadhan. Menjadi pengalaman tersendiri bagi warga negara Indonesia yang menjalankan puasa ramadhan jauh dari tanah air. Merasakan Ramadhan dimusim panas tentunya tidaklah mudah dengan rentang waktu menahan lebih lama dibandingkan kita ditanah air.

Semoga Ramadhan tahun ini bisa kita tutup dengan baik, segala amal ibadah Ramadhan kita diterima Allah Ta’ala dan kita kembali suci dari dosa pada saat hari berubuka (Idul Fitri) nanti.(*)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top