Daerah

Raflesia Arnoldi kembali Ditemukan Mekar Di Koto Gadang VI Koto Maninjau

Dibaca : 513

Agam, Prokabar – Sekelompok Tim terdiri masyarakat bersama kru TVRI Sumatera Barat melakukan penjelajahan untuk memproduksi Program Pesona Indonesia di Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Rabu (24/3). Target utama mengekspos bunga langka jenis Raflesia Arnoldi di daerah tersebut.

Diketahui, daerah tersebut merupakan lokasi tumbuh suburnya bunga langka yang dilindungi Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Hayati itu. Terdapat sejumlah titik yang menjadi lokasi sering mekarnya bunga Raflesia di Koto Gadang VI Koto.

“Setelah melakukan penelusuran dan penjelajahan, akhirnya kami menemukan bunga raflesia arnoldi yang sedang mekar. Hal ini membuat kru TVRI Sumatera Barat senang dan dapat dipublikasi melalui Program Pesona Indonesia nantinya,” ungkap Walinagari Koto Gadang VI Koto, Amrizal didampingi Tiga Orang Jorong yang merupakan perangkat nagari.

Meski Walinagari sendiri tidak bisa mendampingi penjelajahan karena kondisi yang kurang memungkinkan, namun tiga orang jorong turut mendampingi hingga menemukan bunga Raflesia Arnoldi.

“Kami sangat senang dapat membantu salah satu lembaga penyiaran resmi milik pemerintah ini. Selain bisa membantu promosi dan publikasi, juga dapat menjadi referensi dan edukasi kepada masyarakat luas. Raflesia merupakan bunga langka yang dilindungi dan menjadi daya tarik wisata untuk Kabupaten Agam,” ujarnya.

Sebelumnya, BKSDA Resor Agam sangat intens berkunjung dan melakukan penelusuran di daerah tersebut. Dan khusus di Koto Gadang VI Koto telah banyak lokasi sering mekarnya bunga langka itu.

Sementara itu, Walijorong Ateh, Gustiori didampingi Walijorong Baruah dan Walijorong Lambeh menjelaskan temuan Raflesia Arnoldi kali ini ditemukan di Hutan Ladang Panantian, tidak jauh di lokasi yang pernah ditemukan sebelumnya. Selain itu juga ditemukan di Hutan Rimbo Jauih dan daerah sekitarnya.

“Kami sangat berharap kepada Pemerintahan Nagari dapat mengembangkan potensi Raflesia ini menjadi peningkatan ekonomi dan edukasi masyarakat. Dan masyarakat dapat menjaga dan melestarikannya melalui penjagaan kelestarian alam. Serta melindunginya dari kerusakan dan pengrusakan,” pungkas Gustiori. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top