Rafflesia tuan-mudae Kembali Mekar Di Agam

Penulis -

Jumat, 13 November 2020 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baringin, Prokabar — Rafflesia tuan-mudae yang sempat mekar di kawasan hutan Cagar Alam Maninjau, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, kini kembali mekar di sekitar lokasi yang sama. Hal itu diketahui Tim BKSDA Resor Agam, saat melaksanakan patroli rutin, Kamis (12/11).

Bunga tersebut terpantau mekar sempurna dengan diameter 62,3 sentimeter, tumbuh diantara hutan belantara kawasan yang terlindungi. Selain itu di lokasi saat ini juga terdapat 7 knop atau bonggol lagi. Dan satu knop akan mekar sempurna dalam waktu seminggu kedepan.

Sebelumnya, 1 januari 2020 lalu, dilokasi itu juga mekar bunga tersebut dengan diameter mencapai 111 sentimeter, dan merupakan bunga rafflesia terbesar di dunia yang pernah tercatat dan terdokumentasikan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Keberadaan bunga langka di lokasi itu diketahui pertamakali pada Oktober tahun 2017 lalu dari masyarakat setempat dilaporkan ke BKSDA. Hingga saat ini perkembangannya terus dipantau dan dimonitor Tim Penjaga dan Pemelihara Kawasan Hutan Cagar Alam Maninjau tersebut.

“Spesies Rafflesia tuan-mudae ini hampir mirip dengan Rafflesia Arnoldii. Perbedaan yang mencolok ada pada morfologi atau fisik, antara jenis rafflesia tuan-mudae di Cagar Alam Maninjau dengan rafflesia arnoldii,” ungkap Ade Putra, Kepala BKSDA Resor Agam, Kamis (12/11).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Menurutnya, Perbedaan terlihat pada warna kelopak (perigon), Rafflesia arnoldii lebih ke oranye sedangkan spesies tuan-mudae ke arah merah maron. “Lalu, perbedaannya juga dapat dilihat dari pola putih atau bercak pada kelopak. Arnoldi bercaknya ganda (besar dan kecil), sementara tuan-mudae, tunggal,” terangnya.

Lebih lanjut, bercak pada Arnoldi juga lebih besar dan jarak antara satu bercak dengan yang lainnya juga agak berjauhan jika dibandingkan dengan jenis tuan-mudae.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Di dunia, saat ini ada 31 jenis tumbuhan Rafflesia. 15 jenis ada di Indonesia dan 11 jenis di antaranya berada di pulau Sumatera. Rafflesia tuan-mudae pertama kali ditemukan di Serawak, Malaysia,” imbuh Ade.

Bunga ini hanya mekar dalam jangka waktu 7-10 hari, setelah itu akan melewati fase layu dan membusuk. “Bunga rafflesia merupakan jenis tumbuhan yang dilindungi oleh peraturan perundangan di indonesia, sehingga keberadaannya terus dipantau dan dijaga untuk tetap lestari,” tutup Kepala BKSDA Resor Agam tersebut. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB