Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Rafflesia tuan-mudae Kembali Mekar Di Agam

Dibaca : 261

Baringin, Prokabar — Rafflesia tuan-mudae yang sempat mekar di kawasan hutan Cagar Alam Maninjau, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, kini kembali mekar di sekitar lokasi yang sama. Hal itu diketahui Tim BKSDA Resor Agam, saat melaksanakan patroli rutin, Kamis (12/11).

Bunga tersebut terpantau mekar sempurna dengan diameter 62,3 sentimeter, tumbuh diantara hutan belantara kawasan yang terlindungi. Selain itu di lokasi saat ini juga terdapat 7 knop atau bonggol lagi. Dan satu knop akan mekar sempurna dalam waktu seminggu kedepan.

Sebelumnya, 1 januari 2020 lalu, dilokasi itu juga mekar bunga tersebut dengan diameter mencapai 111 sentimeter, dan merupakan bunga rafflesia terbesar di dunia yang pernah tercatat dan terdokumentasikan.

Keberadaan bunga langka di lokasi itu diketahui pertamakali pada Oktober tahun 2017 lalu dari masyarakat setempat dilaporkan ke BKSDA. Hingga saat ini perkembangannya terus dipantau dan dimonitor Tim Penjaga dan Pemelihara Kawasan Hutan Cagar Alam Maninjau tersebut.

“Spesies Rafflesia tuan-mudae ini hampir mirip dengan Rafflesia Arnoldii. Perbedaan yang mencolok ada pada morfologi atau fisik, antara jenis rafflesia tuan-mudae di Cagar Alam Maninjau dengan rafflesia arnoldii,” ungkap Ade Putra, Kepala BKSDA Resor Agam, Kamis (12/11).

Menurutnya, Perbedaan terlihat pada warna kelopak (perigon), Rafflesia arnoldii lebih ke oranye sedangkan spesies tuan-mudae ke arah merah maron. “Lalu, perbedaannya juga dapat dilihat dari pola putih atau bercak pada kelopak. Arnoldi bercaknya ganda (besar dan kecil), sementara tuan-mudae, tunggal,” terangnya.

Lebih lanjut, bercak pada Arnoldi juga lebih besar dan jarak antara satu bercak dengan yang lainnya juga agak berjauhan jika dibandingkan dengan jenis tuan-mudae.

“Di dunia, saat ini ada 31 jenis tumbuhan Rafflesia. 15 jenis ada di Indonesia dan 11 jenis di antaranya berada di pulau Sumatera. Rafflesia tuan-mudae pertama kali ditemukan di Serawak, Malaysia,” imbuh Ade.

Bunga ini hanya mekar dalam jangka waktu 7-10 hari, setelah itu akan melewati fase layu dan membusuk. “Bunga rafflesia merupakan jenis tumbuhan yang dilindungi oleh peraturan perundangan di indonesia, sehingga keberadaannya terus dipantau dan dijaga untuk tetap lestari,” tutup Kepala BKSDA Resor Agam tersebut. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top