Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Rafflesia bermekaran Jelang Akhir 2020 di Kabupaten Agam.

Dibaca : 419

Maninjau, Prokabar — Populasi tumbuhan langka jenis rafflesia mulai bermekaran di akhir tahun 2020 di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, ungkap Ade Putra selaku Kepala Resor BKSDA Agam, Selasa (29/12). Berdasarkan hasil pemantauannya, sebagian besar tersebar di daerah sekitaran perbukitan yang mengelilingi Danau Maninjau.

Salah satunya di Nagari Paninjauan Kecamatan Tanjung Raya, “Satu individu bunga rafflesia arnoldii mekar sempurna pada hari kedua dengan diameter mencapai 97,5 centimeter,” ujarnya. Sementara itu di sekitaran lokasi itu, juga terdapat 10 knop (bonggol), dua diantaranya diperkirakan akan mekar dalam beberapa waktu kedepan.

Berdasarkan data BKSDA, di Agam terdapat 14 titik sebaran populasi tumbuhan bunga rafflesia. Tersebar di kecamatan Palupuh, Tanjung Raya, Matur, Palembayan, Baso, Malalak, Kamang Magek dan Tilatang Kamang. “Diperkirakan sampai dengan awal tahun 2021 ini, beberapa titik populasi bunga itu akan mulai bermekaran,” terang Ade Putra.

Bunga rafflesia adalah jenis tumbuhan yang dilindungi oleh peraturan perundangan di Indonesia. Sesuai Pasal 21 ayat 1 UU-RI NOMOR 5 TAHUN 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,
Setiap orang dilarang untuk, a. mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati. b. mengeluarkan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.

“Sanksinya sesuai Pasal 40 ayat 2 adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah),” pungkas Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top