Rafflesia Arnoldi Ramai Dikunjungi, BKSDA Pasang Petunjuk Arah

Penulis -

Minggu, 12 Januari 2020 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Rafflesia Arnoldi yang tumbuh subur di dekat perkebunan masyarakat Data Sungai Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar, semakin ramai dikunjungi. Dalam hal tersebut, BKSDA Resor Agam memasang rambu-rambu petunjuk arah dan aturan yang berlaku, Sabtu (11/1).

Pemasangan tanda atau rambu-rambu itu diharapkan memberi edukasi sekaligus aturan bagi pengunjung. “Sebelumnya, Walinagari Paninjauan bersama jajarannya telah memasang pagar pembatas sementara. Hal itu membuat kami senang. Agar lebih melengkapi, kita harus melengkapinya dengan tanda atau rambu-rambu petunjuk arah kepada pengunjung,” terang Ade Putra, Pengelola Ekosistem Hutan (P-E-H) BKSDA Resor Agam kepada Prokabar.com, Sabtu malam (11/1).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Mengingat makin banyaknya pengunjung yang ingin melihat bunga Rafflesia, maka BKSDA Resor Agam memberikan tanda atau rambu penunjuk arah ke lokasi Rafflesia di Paninjauan.

Selain itu khusus hasil monitoring, beberapa knop Rafflesia yang dipantau beberapa pekan ini, sudah menunjukan akan mulai fase mekar, dalam 1-2 hari kedepan. Sedangkan 1 knop yang berada tergantung di batang kayu, diperkirakan akan mekar paling lama 1 minggu lagi.

“Kalau Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di batang kayu, karena membelakangi matahari kemungkinan paling lama mekar 1 minggu lagi. Dimungkinkan hari minggu atau Senin depan,” tuturnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Saat hendak menuju ke lokasi dari pemukiman warga, banyak anak-anak yang juga hendak ke lokasi. “Kesempatan tersebut diberikan edukasi dan arahan kepada anak-anak tersebut untuk menjaga dan memahami pentingnya menjaga alam. Termasuk bunga Rafflesia tersebut,” ungkapnya.

Meski anak-anak tersebut tidak sampai ke lokasi karena hujan, setidaknya mereka telah mendapat pengetahuan dan informasi penting diberikan tim BKSDA yang melakukan monitoring. Pertanyaan menarik yang sering berkembang di tengah masyarakat adalah sering kalinya menyamakan Bunga Bangkai dengan Rafflesia.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Edukasi kepada anak-anak terutama tentang membedakan Bunga Bangkai dan Bunga rafflesia, asal muasal bau yg dikeluarkan bunga, dan pentinganya menjaga bunga langka tersebut sebagai sebuah kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia,” tuturnya.

Kalau bau atau aroma Bunga Rafflesia dengan Bunga Bangkai hampir-hampir sama. Bau itu disebabkan oleh lalat, kumbang atau sejenisnya yang datang dan terjebak di dalam tabung atau Diaphragma.

“Kemudian lalat atau kumbang itu lengket dan mati di Diaphagma, dan akhirnya menarik lalat dan kumbang lainnya datang. Dan kembali mati hingga membusuk mengeluarkan bau bangkai,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB