Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Rafflesia Arnoldi Ramai Dikunjungi, BKSDA Pasang Petunjuk Arah

Dibaca : 181

Agam, Prokabar – Rafflesia Arnoldi yang tumbuh subur di dekat perkebunan masyarakat Data Sungai Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar, semakin ramai dikunjungi. Dalam hal tersebut, BKSDA Resor Agam memasang rambu-rambu petunjuk arah dan aturan yang berlaku, Sabtu (11/1).

Pemasangan tanda atau rambu-rambu itu diharapkan memberi edukasi sekaligus aturan bagi pengunjung. “Sebelumnya, Walinagari Paninjauan bersama jajarannya telah memasang pagar pembatas sementara. Hal itu membuat kami senang. Agar lebih melengkapi, kita harus melengkapinya dengan tanda atau rambu-rambu petunjuk arah kepada pengunjung,” terang Ade Putra, Pengelola Ekosistem Hutan (P-E-H) BKSDA Resor Agam kepada Prokabar.com, Sabtu malam (11/1).

Mengingat makin banyaknya pengunjung yang ingin melihat bunga Rafflesia, maka BKSDA Resor Agam memberikan tanda atau rambu penunjuk arah ke lokasi Rafflesia di Paninjauan.

Selain itu khusus hasil monitoring, beberapa knop Rafflesia yang dipantau beberapa pekan ini, sudah menunjukan akan mulai fase mekar, dalam 1-2 hari kedepan. Sedangkan 1 knop yang berada tergantung di batang kayu, diperkirakan akan mekar paling lama 1 minggu lagi.

“Kalau Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di batang kayu, karena membelakangi matahari kemungkinan paling lama mekar 1 minggu lagi. Dimungkinkan hari minggu atau Senin depan,” tuturnya.

Saat hendak menuju ke lokasi dari pemukiman warga, banyak anak-anak yang juga hendak ke lokasi. “Kesempatan tersebut diberikan edukasi dan arahan kepada anak-anak tersebut untuk menjaga dan memahami pentingnya menjaga alam. Termasuk bunga Rafflesia tersebut,” ungkapnya.

Meski anak-anak tersebut tidak sampai ke lokasi karena hujan, setidaknya mereka telah mendapat pengetahuan dan informasi penting diberikan tim BKSDA yang melakukan monitoring. Pertanyaan menarik yang sering berkembang di tengah masyarakat adalah sering kalinya menyamakan Bunga Bangkai dengan Rafflesia.

“Edukasi kepada anak-anak terutama tentang membedakan Bunga Bangkai dan Bunga rafflesia, asal muasal bau yg dikeluarkan bunga, dan pentinganya menjaga bunga langka tersebut sebagai sebuah kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia,” tuturnya.

Kalau bau atau aroma Bunga Rafflesia dengan Bunga Bangkai hampir-hampir sama. Bau itu disebabkan oleh lalat, kumbang atau sejenisnya yang datang dan terjebak di dalam tabung atau Diaphragma.

“Kemudian lalat atau kumbang itu lengket dan mati di Diaphagma, dan akhirnya menarik lalat dan kumbang lainnya datang. Dan kembali mati hingga membusuk mengeluarkan bau bangkai,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top