R-APBD 2022. Tanah Datar Masih Bergantung Pada Transfer Pusat dan Provinsi

Penulis -

Kamis, 11 November 2021 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tanah Datar, Prokabar- Ranperda APBD Tanah Datar 2022 turun dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam nota keuangan pengantar yang disampaikan Bupati, tertulis pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp. 973,105,004,908, atau turun Rp. 47,8 Miliar dari Rp. 1,020,921,581,426,.

Adapun, dari nota tersebut, pendapatan daerah disebutkan Rp. 106,928,224.218 yang berasal dari pajak daerah seebsar Rp. 19,7 Miliar, retribusi daerah Rp. 6,7 Miliar, hasil pngelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp. 13,5 Miliar, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sah lainnya sebesar Rp. 66,9 Miliar.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Sedangkan, pendapatan transfer pemerintah pusat dianggarkan sebesar Rp. 770 Miliar yang teridir dari dana perimbangan, dana insentif daerah dan dana desa sebesar Rp. 50 Miliar.

Bupati menyampaikan, berdasarkan komposisi pendapatan daerah pada Ranperda APBD 2022, kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah sebesar 11%.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

” hal ini berarti bahwa ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat dan provinsi dalam membiayai pembangunan di Tanah Datar masih tinggi,” ucap Eka Putra.

Meski demikian sebut Eka, rencana pendapatan daerah yang disampaikan masih bersifat sementara dan didasarkan pada anggaran 2021 serta memperhatikan realisasi tahun sebelumnya.

Sementara itu, rencana kebijakan belanja daerah tahun 2022 dianggarkan sebesar Rp. 1.090.030.370.689.458, yang terdiri dari belanja operasi sebesar Rp. 844.909.525.558, belanja modal sebesar Rp. 70.579.028.747, belanja tidak terduga Rp. 19.787.442.350, dan belanja transfer sebesar Rp. 155.094.692.803,.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Eka juga menyebutkan, permasalahan utama belanja daerah berupa keterbatasan kemampuan keuangan untuk mendanai belanja. Saat ini, belanja daerah lebih diprioritaskan mendukung target pembangunan nasional dan penanganan covid 19. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB