Daerah

PWI Agam Sambangi Keluarga Dasril Di Silayang

Dibaca : 106

Lubuk Basung, Prokabar – Di hari ketiga pelaksanaan Safari Ramadan 1442 Hijriah, PWI Agam sampai di Silayang Tinggi, Jorong VI Parik Panjang, Nagari Persiapan Parik Panjang, Kecamatan Lubuk Basung, Minggu (2/5).

Menjelang magrib rombongan sampai di Masjid Al Huda Silayang, melalui tanjakan perbukitan dan salah satu pusat kebun Durian di Kabupaten Agam.

Seperti biasa, usai sholat magrib berjemaah, sejumlah jurnalis profesional Kabupaten Agam itu langsung melaksanakan berbuka bersama di salah satu rumah keluarga prasejahtera. Mengkisahkan keluarga Dasril (48) beserta ibu, istri dan anak-anaknya.

Dasril Sutan Caniago, begitulah nama lengkapnya. Memiliki istri bernama Nuraini (39) yang berkampung halaman di Seberang Padang, Kota Padang. Dibawa sang suami untuk bisa hidup berkumpul dengan mertua.

Dasril dan Nuraini (39) memiliki dua orang pasang anak. Anak pertama bernama Mayza Amanda (8), menempuh pendidikan kelas 2 Sekolah Dasar. Sedangkan anak kedua bernama Dakha Rizki Nur (5), masih belum bersekolah.

Dasril dan keluarga intinya, hidup di gubuk kecil ibunya Rabaas (68). Meski kecil dan sempit, mereka tetap ikhlas dan bahagia. Hidup bersama apa adanya dan dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dasril berada di Silayang sudah sejak 2009 lalu dan bekerja serabutan. “Yang penting halal, saya akan kerjakan pekerjaan itu dengan ikhlas. Kadang jadi buruh tani, kadang jadi buruh bangunan terkadang pekerjaan lain sesuai dibutuhkan orang lain,” ungkap Dasril.

Ia melanjutkan, menamakan gubuk kecil itu “Rumah Senyum”. Rumah yang menyatukan anak, menantu, cucu dan mertua. Dengan berusaha selalu tersenyum sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Sikap itu memberi kedamaian dan ketenangan keluarga kecil itu.

Sementara itu, Yanto Datuak Rangkayo Basa selaku tokoh masyarakat mengatakan, Dasril merupakan salah satu warga dari banyak warga lainnya yang ada Silayang berstatus prasejahtera.

Keluarga tidak mampu cukup banyak, meski demikian dengan penguatan penanaman keimanan dan ketaqwaan dari tokoh masyarakat kepada masyarakat, tidak membuat masyarakat bermental miskin.

“Kita memang sangat membutuhkan perhatian pemerintah daerah melalui Dinas Perkim, Dinas Sosial dan Baznas Agam. Dapat membantu masyatakat prasejahtera ini, terutama berupa bedah rumah dan bantuan modal usaha. Masyarakat akan tetap berupaya menghimpun mengumpukkan zakat, infak dan sedekah. Bertujuan membantu keluarga prasejahtera yang ada di Silayang. Bisa bekerjasama dengan dinas dan lembaga terkait,” ungkap Datuak Rangkayo Basa.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top