Pupuk Subsidi Langka, Petani Pasaman Merasai

Penulis -

Rabu, 22 Januari 2020 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Pupuk bersubsidi alami kelangkaan di Pasaman. Sudah hampir tiga bulan pupuk subsidi dengan jenis urea dan phonska ini langka.

“Saya sudah 3 bulan mencari pupuk bersubsidi ini. Mulai dari kios-kios resmi di kecamatan Rao, Rao Selatan, Padang Gelugur hingga Kecamatan Panti, namun hingga saat ini juga tetap tidak bisa didapatkan. Semua kios di Pasaman kosong sama sekali kecuali pupuk non subsidi,” kata Usman, salah satu petani di Rao Selatan, Rabu (22/1).

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Usman mengatakan, karena sulitnya mendapatkan pupuk subsidi terpaksa para petani membeli pupuk non subsidi jenis urea dan phonska. Akibatnya, modal yang dileluarkan petani cukup tinggi. Tidak berbanding dengan pendapatan.

“Pupuk urea non subsidi Rp260 ribi per karung, sedangkan pupuk urea subsidi Rp 115 ribu perkarung. Harga phonska non subsidi sekitar Rp320 ribu per karung, sedangkan phonska subsidi Rp135 ribu per karung. Merasai kami,” kata Usman.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Terpisah, salah satu Petani di daerah Padang Gelugur, Harun (48) menyebutkan, di daerah kecamatan Padang Gelugur, pupuk subsidi juga sulit didapatkan di setiap kios.

“Pada umumnya pupuk bersubsidi jenis urea dan phonska kosong di kios resmi, yang ada cuman pupuk non subsidi tapi harganya kemahalan. Akibatnya saya tidak jadi pupuk beli pupuk non subsidi dan menunda masa pemupukan. Saya tetap menunggu pupuk. Mau bagaimana lagi, bisa dipastikan, hasil tani saya pasti menurun,” kata Harun.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Menurutnya, kelangkaan pupuk di Pasaman disebabkan karena petugas penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian terlambat mendata kebutuhan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB