Pupuk Langka, Petani Mengadu ke Jenderal Fakhrizal

Penulis -

Selasa, 17 November 2020 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Kisah pupuk langka di Sumatera Barat sudah disuarakan petani, bahkan sudah berdaun mulut mereka karena protes tapi tak didengar. Urusan ini bertali-temali dengan distributor, perusahaan pupuk serta bupati. Belum pernah ada sejarahnya, pupuk tak pernah langka. Ada-ada saja masalah pada bulan tertentu, tiba-tiba saja pupuk lenyap.

Pemuka di Nagari Cupak, Kabupaten Solok, Dt Basa Sikumbang, kepada Jenderal Fakhrizal menyebutkan, di daerahnya pupuk langka, jalan rusak berat.

“Kami meminta pemimpin yang benar-benar tokohlah, yang paham dengan masyarakatnya, bukan pemimpin yang takah yang punya mobil dan membayarkan minuman kami di kedai. Kami butuh pemimpin yang sadar dengan keadaan masyarakatnya,” ungkap Dt Basa Sikumbang, Rabu (11/11).

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Lebih lanjut Dt Basa mengatakan sering terjadi kelangkaan pupuk. Padahal Solok terkenal dengan berasnya. Jangan sampai Solok kehilangan berasnya karena pupuk yang langka.

Kemudian warga Salayo, Haji Buya Mujahid menyampaikan keluhannya. Yakni jalan ke daerahnya yang belum pernah diperbaiki sama sekali oleh pemerintah.

“Semenjak zaman dari Pak Harto hingga hari ini, jalan ke Koto Hilalang tak pernah diperbaiki, Pak. Jika terpilih nanti tolong perbaiki jalan ini, sudah tua saya sekarang,” ungkap Mujahid.

Jika rakyat masih mengeluh soal pupuk dan jalan yang tak pernah diperbaiki, maka itu artinya hal mendasar yang belum tersentuh. Ironis sebenarnya. Pupuk memang mata bisnis yang gampang diselewengkan oleh siapa saja. Gubernur baru nanti, mestilah serius mengawal pupuk, sebab belum ada yang benar-benar mau mengawasinya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Pupuk, bagi petani, penting, sama posisinya dengan pestisida. Dua hal ini, mesti harganya terjangkau dan jangan pakai langka. Kenapa? Karena petani tak meminta, tapi membeli. Masa urusan menjual pupuk pada petani saja, serumit itu benar.

Sementara itu, pedagang di Bukittinggi juga mengeluh kepada Fakhrizal. Sebab, pasa langang, sewa kadai maha. Fakhrizal “dicegat” karena sejak pandemi Covid-19, aktivitas pasar kian sepi. Apalagi para wisatawan makin hari semakin sedikit yang datang ke Bukittinggi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Pak berhenti dulu sebentar. Kami ingin menyampaikan unek-unek soal nasib kami sejak pandemi. Jual beli kami di sini turun tajam. Tolong perhatikan persoalan ini kalau bapak jadi gubernur nanti,” sebut salah seorang pedagang yang mencegat Fakhrizal.

Ia terpaksa mencegat Fakhrizal karena dari semua calon Gubernur Sumbar, belum ada seorang yang melintas ke Jam Gadang atau masuk ke Pasar Ateh. Berhubung, Fakhrizal dan rombongan tengah melintas di Jam Gadang, maka disetop.

Bukitttinggi, memang hidup dari pasar. Kalau pasar sepi, maka uang beredar, turun drastis. Pasar ramai, jika wisatawan lokal, regional dan wisman datang ke kota itu. (rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB