Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Pupuk Bersubsidi Langka, Ini Kata Kadis Pertanian Pasaman

Ilustrasi
Dibaca : 213

Pasaman, Prokabar — Kelangkaan pupuk bersubsidi langsung ditanggapi pihak Dinas Pertanian. Kepala Dinas Pertanian Pasaman, Efriyanto mengatakan, untuk mencukupi kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani Kabupaten Pasaman, Dinas Pertanian Pemkab Pasaman telah mengajukan tambahan kuota pupuk bersubsidi kepada pemerintah pusat untuk distribusi tahun 2020.

“Usulan penambahan pupuk bersubsidi, merupakan hasil pendataan petugas terkait sesuai kebutuhan petani. Kalau usulan itu disetujui, baru kebutuhan petani akan terpenuhi,” katanya, Kamis (23/1).

Walaupun adanya usulan penambahan kuota, berharap petani juga memanfaatkan pupuk non organik sebagaimana program pemerintah untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Menurutnya, untuk menghindari terjadinya penyimpangan di lapangan, penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan sesuai dengan Pertaturan Menteri (Permen) Pertanian, tentang sistem distribusi pupuk bersubsidi dengan pola Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Pupuk bersubsidi tersebut, akan diberikan kepada orang-orang yang terdaftar sebagai petani, dan berhak mendapatkan pupuk bersubsidi, sesuai dengan alokasi yang sudah ditentukan dan diverifikasi,” ujar Efriyanto.

Ia menyebutkan, untuk alokasi kebutuhan pupuk di Pasaman tahun 2020, jenis pupuk urea bersubsidi sebanyak 4.040 ton setahun, Pupuk bersubsidi SP-36 sebanyak 742 ton setahun, pupuk bersubsidi ZA sebanyak 105 ton setahun, Pupuk NPK bersubsidi sebanyak 2554 ton setahun, dan pupuk organik bersubsidi sebanyak 127 ton setahun.

Ia pun berharap usulan penambahan kuota pupuk bersubsidi yang telah diajukan kepada Kementrian Pertanian RI agar diterima, sehingga stok pupuk bersubsidi dikalangan petani selalu ada dan mudah didapatkan. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top