Pasbar, Prokabar – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 senilai Rp37,7 miliar lebih untuk membangun jalan di daerah itu.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Pasbar, Bambang Sumarsono mengatakan, DAK tersebut didapat dari dua Kementrian yakni Kemenkeu RI dan Kementrian PDT dan Transmigrasi, Kamis (29/8).
“Di tahun 2019 ini, ada peningkatan sebesar 20 persen DAK yang didapat dibandingkan dengan tahun 2018 lalu dari Kemenkeu RI untuk Kabupaten Pasbar,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Kemenkeu RI mengucurkan DAK senilai Rp33 miliar lebih untuk membangun peningkatan jalan aspal hotmix sepanjang 27 kilometer di empat kecamatan, yakni di Kecamatan Kinali, Kecamatan Pasaman, Kecamatan Gunung Tuleh dan Kecamatan Lembah Melintang.
“Namun untuk panjang peningkatan jalan lebih diprioritaskan di Kecamatan Kinali dan Kecamatan Gunung Tuleh. Hal itu dikarenakan sistem dari pusat. Tiap ruas yang ada di daerah itu harus diselesaikan dari setiap dana yang sudah dianggarkan,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, ada enam pekerjaan peningkatan jalan aspal hotmix yang sedang berjalan dari DAK Kemenkeu RI senilai Rp33 miliar lebih itu. Satu diantaranya sudah selesai di Kecamatan Kinali.
Sedangkan dari Kementrian PDT dan Transmigrasi mengucurkan DAK Afirmasi senilai Rp 4,7 miliar lebih, untuk membangun jalan sepanjang 5 kilometer dengan standar jalan aspal dasar Lapis Penetrasi Macadam (LAPEN) di Kecamatan Ranah Batahan.
Anggaran DAK Afirmasi khusus dialokasikan daerah perbatasan, daerah kategori tertinggal dan daerah-daerah kepulauan. Tujuannya jelas untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan dasar di daerah-daerah tersebut,” jelasnya.
“Seluruh pekerjaan tersebut sudah dimulai sejak bulan Mei kemaren. Target kita, seluruh pekerjaan harus selesai Nopember mendatang,” tutupnya.(*)
















