Pungli di Perumahan Kembali Marak, Oknum RT Palak Pengembang Perumahan Rp125 Juta

Penulis -

Kamis, 8 Februari 2024 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balai Gadang, Prokabar – Praktek pungli sepertinya tak habis-habis di komplek perumahan di Kota Padang. Baru-baru ini viral seorang oknun Ketua RT di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah meminta uang kepada developer perumahan yang nilainya mencapai Rp125 juta.

Permintaan uang ratusan rupiah ini tertuang dalam berita acara hasil kesepakatan warga terkait kompensasi jalan lingkungan RT 04 RW 011 Kelurahan Balai Gadang.

Dalam surat tersebut pengembang atau developer diwajibkan membayar Rp125 juta dikatakan nilai sebesar itu sudah harga mutlak berdasarkan kesepakatan warga.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dalam berita acara tersebut juga tertulis pengembang wajib membayar di awal sebelum pemakaian jalan dimulai.

Dalam berita acara juga berbunyi apabila terjadi kerusakan jalan maka pihak pengembang wajib memperbaiki kembali.

Pada poin lainya juga berbunyi pengembang baru menggunakan akses jalan apabila sudah mendapat ijin secara tertulis dari ketua RT.

Anto perwakilan pengembang yang diwawancari prokabar akui sangat tidak masuk akal harga kesepakatan yang diminta oleh oknum RT mencapai Rp125 juta.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Sangat besar sekali, sudah belasan lokasi saya membangun rumah, baru kali ini oknum RT meminta yang sefantastis ini,” katanya.

Anto juga menambahkan kalau sekedar uang adat dan biaya untuk kegiatan sosial namun dengan nilai yang masuk akal pihaknya akan sangat mendukung, tapi karena pembangunan perumahan yang telah mendesak dengan sangat terpaksa dirinya memenuhi permintaan oknum RT tersebut.

Anto juga mengaku akan melaporkan praktek pungli ini ke pihak kepolisian agar hal serupa tidak terulang kembali dan memberikan efek jera kepada pelaku lain yang ingin melakukan praktek serupa.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ketika di konfirmasi melalui WA dan melalui telp genggamnya, oknum RT yang menanda tangani berita acara tersebut enggan memberikan jawaban.

Riswandi Rivai yang akrab dipanggil Malin tokoh masyarakat Balai Gadang yang juga Ketua LPM Balai Gadang mengaku tidak tahu menahu akan praktek yang dibuat oleh oknum RT tersebut.

Secara pribadi dan lembaga dirinya sangat mengutuk bentuk aksi pemerasan yang dilakukan oleh oknum RT. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB