Puncak Silaiang Indah Berpotensi Jadi Destinasi Baru Padang Panjang

Penulis -

Minggu, 21 Februari 2021 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Padang Panjang, Prokabar- Puncak Sialiang Indah menyuguhkan di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat menyuguhkan bentangan alam kawan Lembah Anai. Jembatan kembar, tapal batas antara Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar serta Gunung Singgalang dan Tandikek yang tinggi menjulang, semuanya nampak indah dan eksotik dari puncak ini.

“Semuanya terlihat jelas dari sini. Indah sekali. Puncak Silaiang Indah ini sangat menarik untuk kita kembangkan. Mudah-mudahan ini dapat bersinergi dengan masyarakat pemilik lahan. Banyak potensi yang dapat kita kembangkan dan garap di sini,” ungkap Fadly saat meninjau lokasi ini pada akhir pekan ini.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Fadly mengatakan, pihaknya akan coba membahas tahap pengembangan dari Puncak Silaiang Indah ini. Menurutnya, kawasan ini sangat potensial menarik minat wisatawan berkunjung ke Padang Panjang.

“Insyaa Allah, nanti akan kita coba bahas. Kalau memang memerlukan anggaran –jika ada persetujuan dengan pemilik, bisa kita anggarkan,” katanya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Puncak Silaiang Indah sendiri merupakan hasil kerja keras pasangan suami istri, Jenny Marton yang biasa disapa Majen dan Sri Destuti, yang mulai mereka garap pada tahun 2014 silam.

Dengan alat yang seadanya, tanpa menggunakan alat berat, mereka mulai sedikit demi sedikit membersihkan semak belukar di areal itu.

Bertahun-tahun Majen dan keluarga mengelola lahan hutan yang luasnya sekira 1 Ha itu. Majen hanya mengandalkan biaya pribadi dan tenaga dari anggota keluarga saja.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dari awal menggarap, ia tidak pernah meminta bantuan biaya apapun dari orang lain. Melakukan ini memang atas kemauan sendiri. Ini pun menjadi wadah baginya dan keluarga untuk mengukuhkan kebersamaan dan mengajarkan anak-anak menjadi pekerja keras.

Hutan belantara yang dulunya menjadi ketakutan bagi Majen dan keluarga, karena menjadi sarang hewan liar, kini perlahan-lahan berubah menjadi lahan bermain dan destinasi wisata edukasi. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB